07 September 2020, 18:55 WIB

India Lewati Brasil dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di Dunia


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

INDIA mengambil alih posisi Brasil dengan menjadi negara yang terkena dampak terburuk kedua dalam hal kasus virus korona (covid-19) setelah Amerika Serikat, menurut penghitungan AFP pada Senin (7/9).

India telah mencatat 4,20 juta infeksi sejak pandemi dimulai, data Kementerian Kesehatan menunjukkan, dibandingkan dengan 4,12 juta kasus di Brasil dan 6,25 juta di AS. India telah mencatat 71.642 kematian, masih lebih kecil dari 126.203 di Brasil dan 188.540 di AS. Namun, banyak ahli mengatakan India tidak menguji cukup banyak orang dan angka sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.

Baca juga: Puncak Covid-19 India Diperkirakan Pertengahan November

Sejak Agustus lalu, negara berpenduduk 1,3 miliar, rumah bagi beberapa kota terpadat di dunia itu telah melaporkan kenaikan satu hari tertinggi di dunia. Pada Senin dilaporkan terjadi peningkatan lebih dari 90.000 kasus.

Beban kasusnya melampaui 4 juta pada Sabtu, hanya 13 hari setelah mencapai tiga juta.  Ahli virologi Shahid Jameel, yang mengepalai Wellcome Trust/DBT India Alliance, mengatakan faktor kunci yang harus diperhatikan adalah tingkat pertumbuhan infeksi, yang dia sebut 'cukup mengkhawatirkan'.

"Selama dua minggu terakhir, rata-rata telah bergerak dari sekitar 65.000 kasus per hari menjadi sekitar 83.000 kasus per hari, itu meningkat sekitar 27% selama dua minggu atau sekitar dua persen per hari," kata Jameel.

India telah menguji rata-rata lebih dari 10 juta orang per hari, dengan rencana untuk meningkatkannya lebih banyak. Dewan Riset Medis India, lembaga ilmiah yang memimpin respons pemerintah, pada Jumat lalu merevisi kriteria pengujian, yang memungkinkan siapa pun menjalani tes tanpa surat dokter.

“Itu akan mengungkap lebih banyak orang tanpa gejala, yang merupakan sumber sebenarnya dari ekspansi ini di India. Harus ada lebih banyak pengujian kabupaten dan pedesaan, karena lebih dari dua pertiga kasus berasal dari sana,” katanya.

Meskipun ada peringatan pada akhirnya dapat mengambil alih posisi AS untuk menjadi negara paling terinfeksi di dunia, India terus membuka kembali ekonominya yang dilanda pandemi. Output ekonomi mengalami kontraksi 23,9%  bersejarah antara April dan Juni.

Pada Senin, kereta metro di kota-kota besar, termasuk New Delhi--salah satu kota yang terkena dampak paling parah bersama dengan pusat keuangan Mumbai--dibuka kembali setelah jeda hampir enam bulan.

Gambar pagi hari menunjukkan penumpang bermasker duduk di gerbong yang hampir kosong dan menunjukkan gestur kemenangan kepada wartawan. Penumpang hanya dapat duduk di kursi alternatif, dan setelah menjalani pemeriksaan termal.

Delhi, kota yang dihuni 20 juta orang, mencatat 3.256 infeksi baru pada Minggu--lonjakan satu hari tertinggi dalam 73 hari. Itu juga pertama kalinya kasus melewati angka 3.000 selama periode ini. (AFP/Hym/A-1)

BERITA TERKAIT