07 September 2020, 18:00 WIB

Umrah Akan Dibuka, Kemenag Koordinasi dengan Kemenkes dan Satgas


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PEMERINTAH Kerajaan Arab Saudi berencana membuka umrah. Menyikapi hal itu, Kementerian Agama (Kemenag) gelar koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes ) dan Satgas Penanganan Covid-19 dalam penerapan protokol kesehatan.

“Ya, kami sedang melakukan persiapan dan berkoordinasi terutama dengan Kemenkes dan Satgas Penanganan Covid -19 guna penyesuaian bersama dalam penerapan protokol kesehatan menyongsong ibadah umrah yang rencananya akan dibuka pemerintah kerajaan Arab Saudi,” kata Direktur Pembinaan Pelayanan Ibadah Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag,Arfi Hatim menjawab Media Indonesia, Senin (8/9).

Sebelumnya, Konsul Haji KJRI Jeddah Arab Saudi Endang Jumali mendampingi Konjen RI Eko Hartono bertemu Deputi Umrah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdul Aziz Wazzan pada 3 September lalu membahas rencana pembukaan umrah dengan sejumlah persyaratan. Diantaranya, penerbangan internasional di Arab Saudi sudah dibuka kembali dan ketentuan protokol kesehatan bagi jemaah umrah di masa pandemi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Ditanya kesiapan pelaksanaan para asosiasi haji dan umrah serta travel umrah jika penyelenggaraan umrah dibuka, Arfi Hatim mengatakan pihaknya akan memprioritaskan pemberangkatan jemaah umrah yang telah tertunda akibat dampak covid 19.

Kasubdit Pengawasan Umrah Kemenag, Nafit menambahkan berdasarkan data Siskopatuh Kemenag bahwa jemaah yang sudah mendaftar umrah untuk keberangkatan Februari - Mei 2020 sebanyak 36.012 orang sedangkan jemaah sudah membayar lunas biaya umrah untuk keberangkatan Februari - Mei 2020 sebanyak 32.994 orang.

Adapun jemaah yang sudah siap tiket keberangkatan dan visa sebanyak 9.648 orang. “Nah jemaah yang sudah siap ini yang menjadi prioritas bila umrah nanti dibuka,” kata Nafit.

Sementara itu, Ketua Umum Kesatuan Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Aziz Taba mengatakan terkait rencana pembukaan umrah tersebut pihakna tetap mempersiapakn paket –paket umrah.

“Namun selama belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Arab Saudi sebaiknya tidak menerima pendaftaran dulu. Hal ini juga untuk mengantisipasi kalau umrah dibuka dengan persyaratan tertentu yang bisa menyebabkan tidak semua orang boleh masuk umrah,” kata Asrul.

Karena itu, lanjut dia, Kesthuri masih terus berkomunikasi dengan mitra di Arab Saudi. Hemat dia, peraturan yang akan diberlakukan nanti sangat mempengaruhi paket umrah yang ditawarkan kepada masyarakat. Ia mencontohkan seperti paket berempat dalam satu kamar tidak akan ada, pembatasan jumlah penumpang bus juga akan mempengaruhi biaya paket dan lain lain.

Dikatakan Kesthuri dan sejumlah asosiasi umrah haji lainnya juga sedang membahas Rancangan Peraturan Menteri Agama (RPMA) tentang umrah, ”Insya Allah, Selasa esok kami akan membahas bersama Kemenag tentang RPMA umrah,” tukasnya

Saat ditanya kondisi para travel semalam pandemi, Asrul mengklaim sampai saat ini belum ada informasi tentang travel yang tutup. (OL-4)

BERITA TERKAIT