07 September 2020, 15:10 WIB

Menkeu Beri Sinyal Perubahan Anggaran PEN 2021


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sinyal adanya perubahan anggaran dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di 2021 untuk menyesuaikan kebutuhan penanganan kesehatan dan dampak pandemi covid-19 pada perekonomian.

“Nampaknya 2021 masih akan bergerak beberapa program PEN dan penanganan covid karena kita tahu bahwa sampai akhir tahun meskipun ada harapan vaksin tapi covid masih ada. Sehingga waktu kemarin kita bicara program PEN yang lebih rendah, namun bapak presiden akan tetap melakukan perubahan alokasi,” ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (7/9).

Sebelumnya pemerintah menganggarkan uang sebesar RP356,5 triliun di 2021 untuk melanjutkan penanganan kesehatan dan program PEN. Besaran anggaran itu dialokasikan untuk penanganan kesehatan sebesar Rp25,4 triliun, perlindungan sosial Rp110,2 triliun, dukungan kepada UMKM Rp48,8 triliun, pembiayaan korporasi Rp14,9 triliun, pembiayaan sektoral Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah Rp136,7 triliun dan insentif usaha Rp20,4 triliun.

Baca juga :

Sri Mulyani bilang, Kementerian Keuangan selaku pengelola keuangan negara akan mencoba untuk bersikap lentur dalam membuat kebijakan penganggaran penanganan kesehataan dan PEN di 2021. “Ini yang akan kita coba antisipasi, apakah dalam hal ini bansosnya akan diperpanjang, apakah jumlahnya dikurangi, mungkin ini akan berubah dibeberapa tempat,” imbuhnya.

“Sehingga kami di kemenkeu harus fleksibel dalam melihat berbagai dinamika, tapi tetap melihat disiplin fiskal,” pungkas dia. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT