07 September 2020, 14:21 WIB

Gerakan Donor Darah Perempuan Indonesia


mediaindonesia.com | Humaniora

Pandemi Covid-19 telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan kita. Salah satu yang terdampak oleh pandemi ini adalah mereka yang membutuhkan pasokan darah. 

Di satu sisi kebutuhan akan persediaan darah makin meningkat selama masa pandemi.Di sisi lain jumlah stok darah justru menipis akibat kekhawatiran masyarakat melakukan donor darah dalam situasi sekarang ini

Menurut Ketua Bidang Unit Donor Darah
Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia,  dr Linda Lukitari Waseso, sejak awal Maret , setelah diumumkannya bahwa di Indonesia ditemukan kasus Covid-19, dan kemudian diberlakukannya berbagai upaya untuk pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk antara lain dengan work from Home, social distancing, dll., kegiatan donor darah di hampir sebagian besar Unit Donor Darah PMI mengalami penurunan rata2 30-50%. 

Banyak Instansi ataupun masyarakat yang sedianya sudah dijadwalkan melakukan donor darah, membatalkan kegiatannya. Karena ketakutan tertular Covid-19 karena berkumpulnya massa.

Padahal kegiatan transfusi darah di RS tetap berlangsung dan dibutuhkan. Apalagi saat ini merebak penyakit demam berdarah sehingga banyak dibutuhkan darah, begitu juga pasien yg rutin perlu transfusi darah seperti Thalasemia dll.

PMI sendiri sudah melakukan berbagai antisipasi menanggapi kekhawatiran pendonor. Saat ini, PMI menerbitkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 terkait pelaksanaan donor darah. Di dalam protokol juga sudah diinstruksikan apa yg seharusnya dilakukan termasuk social distancing. Misalnya, dengan mengatur tempat duduk pendonor, serta selalu melakukan penyemprotan disinfektan baik utk donorchair maupun untuk alat-alat yang lain sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sementara untuk para pendonor, diwajibkan mengisi kuesioner (yang dikutip dari pedoman yg dikeluarkan Kemenkes), terkait dengan kemungkinan apabila si calon donor apakah masuk ODP atau PDP. Dengan pertanyaan antara lain, apakah baru bepergian dari daerah yang pandemi Covid-19, dll.

Keprihatinan inilah yang menjadi pendorong bagi Ibu Yanti Airlangga. Ibu Yanti Airlangga mengajak 8 komunitas perempuan membentuk Gerakan Donor Darah Perempuan Indonesia untuk bahu membahu bersama PMI, meringankan beban para pasien yang membutuhkan pasokan darah. 

Gerakan ini melibatkan Perempuan Jenggala, Dharma Wanita Persatuan, PP LIPI, Pertiwi Indonesia, PUN, YBI, PSKD, dan Geronimo. Gerakan Donor Darah Perempuan Indonesia akan menyelenggarakan Donor Darah Bersama pada Sabtu, 5 September 2020, dengan mengajak sebanyak mungkin elemen masyarakat untuk berpartisipasi.

Acara donor darah bersama yang juga ditandai dengan Deklarasi Gerakan Donor Darah Perempuan Indonesia ini diadakan di Golf Gallery Ballroom Pondok Indah Golf Course, dari pukul 8.00 hingga pukul 17.00.

Ibu Vicky W. Kartiwa sebagai Ketua GDDPI mengatakan bahwa, Gerakan Donor Darah Perempuan Indonesia dilakukan dengan protokol kesehatan yg ketat. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk berdonor.

Calon pendonor mencuci tangan sebelum memasuki area di tempat cuci tangan yang telah disediakan, dan diukur suhu tubuhnya menggunakan thermo gun, dengan batas maksimal 37,3 derajat Celcius.

Panitia menyediakan masker medis dan memastikan calon pendonor menggunakan masker dengan baik dan benar.

Setiap peralatan yang digunakan oleh calon pendonor secara bergantian akan disemprot disinfektan.

Panitia tetap memberlakukan physical distancing di ruang donor untuk Registrasi PMI, cek HB, dan cek dokter.

Ruang tunggu calon pendonor yang lolos screening sesuai protokol kesehatan dan calon pendonor diwajibkn mengganti masker dengan masker medis. Dan pengaturan jarak bed pengambilan darah sesuai standar PMI.

Langkah awal Gerakan Donor Darah Perempuan Indonesia ini diharapkan bisa menjadi kegiatan yang berkesinambungan. Agar meskipun Pandemi Covid-19 berakhir nanti, aksi donor darah membantu PMI bisa tetap menjadi kontribusi yang mampu menggerakkan hati masyarakat.

Setetes darah kita hari ini, bisa memberi sejuta harapan dan penyelamat yang sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT