07 September 2020, 14:30 WIB

Jokowi: Mahasiswa Harus Berprestasi, Tapi Jangan Lupa Akar


Atikah Ishmah Winahyu | Politik dan Hukum

PANDEMI Covid-19 yang tak kunjung usai memaksa pelaksanaan orientasi mahasiswa baru 2020 di perguruan tinggi di Tanah Air digelar secara daring. Seperti halnya di Universitas Gadjah Mada (UGM), Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) UGM 2020 yang diikuti oleh 9.068 mahasiswa baru UGM Program Sarjana dan Sarjana Terapan juga digelar secara daring.

Dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo berpesan kepada para mahasiswa agar terus semangat belajar dan meraih prestasi, namun tidak lupa dengan masyarakat, bangsa, dan negara. Menurutnya, belajar di perguruan tinggi adalah sebuah kesempatan emas untuk belajar, membangun kepemimpinan dan jaringan, serta mempersiapkan masa depan.

Baca juga: Wapres: Mahasiswa Diminta Konsisten Menyuarakan Nasionalisme

“Saya selalu memegang teguh apa yang diperoleh ketika kuliah di UGM, bahwa menjadi mahasiswa UGM memang harus berprestasi menjulang tinggi, tapi tidak boleh melupakan akarnya. Akarnya adalah kerakyatan, kecintaan kita kepada rakyat, kepada bangsa dan negara,” kata Jokowi dalam pernyataan tertulis, Senin (7/9).

Di era di mana perubahan terjadi dengan begitu cepat dan dengan pengetahuan baru yang terus bermunculan, serta disrupsi yang terjadi di seluruh sendi kehidupan, mahasiswa dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dengan memanfaatkan sarana-sarana yang tersedia. Jokowi berharap, para mahasiswa baru UGM menjadi mahasiswa yang kreatif dan inovatif, mampu mengasah talenta dan memperkuat keterampilan, tapi tetap memiliki kepedulian sosial yang tinggi dengan semangat kebangsaan, semangat kerakyatan, berdasar Pancasila, konstitusi, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Saudara-saudara harus bersiap diri menghadapi era yang baru. Selamat belajar, manfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin, jadilah generasi muda yang unggul untuk Indonesia maju,” pesannya.

Pada tahun ini, UGM menerima 7.927 mahasiswa Program Sarjana dan 1.141 mahasiswa Program Diploma Empat/Sarjana Terapan dari jalur SNMPTN, SBMPTN, jalur mandiri, serta program afirmasi pendidikan tinggi yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dari jumlah mahasiswa yang diterima, terdapat 22,27 persen mahasiswa penerima bantuan KIP-K.

Mahasiswa baru UGM berasal dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, meski persentase terbesar masih dari pulau Jawa. Di samping itu, terdapat 48 mahasiswa asing yang berasal dari 21 negara, di antaranya dari Afganistan, Amerika Serikat, Hungaria, Serbia, Vietnam, dan Zimbabwe.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UGM Panut Mulyono menjelaskan bahwa PPSMB tahun ini mengusung tema “Gemilang Budaya, Songsong Dunia” yang selaras dengan visi dan jati diri UGM.

Dengan tema ini diharapkan seluruh rangkaian kegiatan PPSMB akan memberikan bekal dan menjadi awal dari langkah para mahasiswa baru agar dalam bekerja dan menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia selalu berpegang pada akar budaya bangsa Indonesia.

“Dengan dijiwai tema ini, kami berharap kalian benar-benar menjadi SANG JUARA, yaitu mahasiswa yang Santun, Amanah, Nasionalis, Gembira, Jujur, Unggul, Adil, Religius, dan Andal,” tuturnya.

Panut menambahkan, setelah resmi menjadi mahasiswa UGM, para peserta PPSMB masuk dalam babak baru kehidupan dan perjuangan, bukan hanya untuk meraih masa depan sendiri, namun juga berjuang agar dapat berkontribusi pada masa depan Indonesia yang berkeadaban mulia.

Baca juga: Polisi Periksa Pelapor dan Saksi di Peretasan Tempo dan Tirto

Dia pun mengingatkan para mahasiswa baru untuk berjuang dengan berpegang pada akar budaya bangsa dan nilai-nilai Pancasila untuk kemajuan dan kesejahteraan Indonesia, serta berkontribusi bagi masyarakat dunia sesuai dengan slogan UGM mengakar kuat, menjulang tinggi.

“Kalian kuliah di UGM untuk menjadi Indonesia, untuk belajar menghargai perbedaan, mengakui kebhinekaan, dan mengelola keberagaman,” tandasnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT