07 September 2020, 13:04 WIB

Polisi Periksa Pelapor dan Saksi di Peretasan Tempo dan Tirto


Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum

POLISI terus menyelidiki kasus peretasan terhadap media daring Tempo.co dan Tirto.id. Penyelidikan dalam tahap pemeriksaan pelapor dan saksi.

"Dari laporan Tempo.co ini, kita sudah memeriksa sekitar tiga orang, SY pelapornya sendiri, dua saksi inisial WR dan H," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (7/9).

Yusri mengatakan terlapor atau diduga pelaku peretasan masih dalam penyelidikan. Penyidik tengah menganalisa barang bukti yang diserahkan Tempo.co, salah satunya IP Location terhadap akun yang dipersangkakan.

"Nanti kalau sudah lengkap semuanya kita akan minta keterangan saksi ahli, baru kita gelar perkara," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.

Baca juga: KPK Putuskan Penanganan Kasus Hukum Cakada Jalan Terus

Sama halnya dengan Tirto.id. Polisi telah memeriksa pelapor, yakni Pemimpin Redaksi (Pemred) Tirto.id Sapto Anggoro (SA) dan dua saksi berinisial HP dan B.

"Kita akan memeriksa satu lagi saksi inisialnya adalah NW yang sudah kita undang untuk klarifikasi, mudah-mudahan cepat bisa hadir. Kita lengkapi, baru setelah itu kita akan gelar, ketika memenuhi unsur baru kita naikkan ke tingkat penyidikan," ungkap Yusri.

Pemred Tirto.id Sapto Anggoro dan Tempo.co Setri Yasra (SY) membuat laporan kasus peretasan di Polda Metro Jaya pada 25 Agustus 2020. Laporan Tirto.id terdaftar dengan nomor LP/5037/VIII/YAN.2.5/2020/SKPT PMJ. Sedangkan laporan Tempo.co terdaftar dengan nomor LP/5.035/VIII/YAN.2./2020/SKPT PMJ.

Situs berita Tempo.co diretas pada Jumat (21/8) dini hari. Aksi tersebut dinilai sebagai upaya mengganggu kerja jurnalistik yang dilakukan redaksi Tempo.co.

Peretas memutar lagu "Gugur Bunga" selama 15 menit pada situs yang dikelola PT Info Media Digital itu. Tampilan pada situs juga berubah. Latar laman menjadi hitam dan disertakan kata hoaks ketika diakses.

Tidak berselang lama, situs Tirto.id diretas. Sebanyak tujuh artikel soal obat virus covid-19 yang dikembangkan TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Universitas Airlangga (Unair) mendadak hilang.

Tim Tirto sempat mengunggah kembali berita itu. Namu, lagi-lagi berita tersebut hilang diduga karena diretas.

Terlapor dijerat Pasal 32 ayat (1) jo Pasal 48 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang perubahan atas UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (OL-1)

BERITA TERKAIT