07 September 2020, 11:41 WIB

Orasi Kebangsaan Presiden Jokowi Sambut Mahasiswa Baru UGM


Agus Utantoro | Nusantara

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan orasi kebangsaan secara daring untuk menyambut 9.068 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada, Senin (7/9).
Mengawali masa perkuliahan, mahasiswa baru UGM mengikuti Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) tahun ini digelar secara daring, karena masih di tengah pandemi covid-19. Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa baru yang disebutnya sebagai Gadjah Mada Muda.
  
"Selamat menjadi Gadjah Mada Muda. Saya tahu perjuangan untuk diterima di perguruan tinggi ternama itu tidak mudah, ada persaingan yang ketat. Dan Saudara-saudara adalah orang-orang yang terpilih," kata Presiden Joko Widodo yang juga alumni PTN terbesar di Indonesia tersebut.

Kepada para peserta PPSMB, Presiden menyampaikan bahwa status sebagai mahasiswa dan kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi ternama adalah sebuah kesempatan emas untuk belajar, untuk membangun kepemimpinan dan jaringan, serta untuk mempersiapkan masa depan.

Presiden Joko Widodo kemudian menyampaikan ingatannya saat ia sendiri diterima sebagai mahasiswa baru di UGM empat puluh tahun yang lalu. Kesempatan manjadi mahasiswa, terangnya, membuka kesempatan luas untuk memperkokoh ke-Indonesiaan melalui pertemanan dengan orang-orang dari seluruh pelosok tanah air Indonesia yang berbeda suku, agama, adat dan tradisi, tapi tetap merasa satu, yaitu Indonesia.

"Saya selalu memegang teguh apa yang diperoleh ketika kuliah di UGM, bahwa menjadi mahasiswa UGM memang harus berprestasi menjulang tinggi.Tapi tapi tidak boleh melupakan akarnya. Akarnya adalah kerakyatan, kecintaan kita kepada rakyat, kepada bangsa dan negara," kata Jokowi.

Di zaman di mana perubahan terjadi dengan begitu cepat, dengan pengetahuan baru yang terus bermunculan dan disrupsi yang terjadi di seluruh sendi kehidupan, mahasiswa dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dengan memanfaatkan sarana-sarana yang tersedia.

Kepada para mahasiswa baru, Presiden berharap agar para mahasiswa baru UGM menjadi mahasiswa yang kreatif dan inovatif, yang mampu mengasah talenta dan memperkuat keterampilan, tapi tetap memiliki kepedulian sosial yang tinggi dengan semangat kebangsaan, semangat kerakyatan, berdasar Pancasila, Konstitusi, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. 

"Saudara-saudara harus bersiap diri menghadapi era yang baru. Selamat belajar, manfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin, jadilah generasi muda yang unggul untuk Indonesia maju," pesannya.

Tahun ini, UGM menerima 7.927 mahasiswa Program Sarjana dan 1.141 mahasiswa Program Diploma Empat/Sarjana Terapan dari jalur SNMPTN, SBMPTN, Jalur Mandiri, serta Program Afirmasi Pendidikan Tinggi yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dari jumlah yang diterima, terdapat 22,27 % mahasiswa penerima bantuan KIP-K.

Mahasiswa baru UGM berasal dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, meski persentase terbesar masih di Pulau Jawa. Di samping itu, terdapat 48 mahasiswa asing yang berasal dari 21 negara, di antaranya dari Afganistan, Amerika Serikat, Hungaria, Serbia, Vietnam, dan Zimbabwe. Pada kesempatan itu, Rektor UGM, Panut Mulyono menyampaikan bahwa PPSMB tahun ini mengusung  tema Gemilang Budaya, Songsong Dunia  yang selaras dengan visi dan jati diri UGM.

Dengan tema ini diharapkan seluruh rangkaian kegiatan PPSMB akan memberikan bekal dan menjadi awal dari langkah para mahasiswa baru agar dalam bekerja dan menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia selalu berpegang pada akar budaya bangsa Indonesia.

"Dengan dijiwai tema ini, kami berharap kalian benar-benar menjadi Sang Juara yaitu mahasiswa yang Santun, Amanah, Nasionalis, Gembira, Jujur,  Unggul, Adil, Religius, dan Andal," ucapnya.

baca juga: THE Tempatkan UI Terbaik di Indonesia

Rektor menambahkan, setelah resmi menjadi mahasiswa UGM mereka akan masuk dalam babak baru kehidupan dan perjuangan, bukan hanya untuk meraih masa depan sendiri, namun juga berjuang agar dapat berkontribusi pada masa depan Indonesia yang berkeadaban mulia.

Ia pun mengingatkan para peserta PPSMB untuk berjuang dengan berpegang pada akar budaya bangsa dan nilai-nilai Pancasila untuk kemajuan dan kesejahteraan Indonesia, serta berkontribusi bagi masyarakat dunia sesuai dengan slogan UGM mengakar kuat, menjulang tinggi.

"Kalian kuliah di UGM untuk menjadi Indonesia, untuk belajar menghargai perbedaan, mengakui kebhinekaan, dan mengelola keberagaman," kata Panut. (OL-3)

BERITA TERKAIT