07 September 2020, 11:39 WIB

Jokowi Minta Pengujian Covid-19 Merata


Nur Azizah | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo meminta pengujian covid-19 merata di seluruh provinsi. Ia pun memerintahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membuat perencanaan terkait pengujian covid-19.

"Kemenkes saya minta buat desain perencanaan yang betul-betul baik. Jangan sampai yang saya lihat ada provinsi yang sudah melakukan testing tinggi sekali dan ada provinsi yang testingnya masih rendah sekali," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (7/9).

Jokowi ingin desain perencanaan testing betul-betul komprehensif. Begitu juga dengan jumlah reagen.

"Reagen harus terdistribusi pada semua provinsi. Perencanaan itu kita perlukan sehingga kelihatan nanti, kasus-kasus positif ini berada di wilayah atau provinsi yang mana," imbuh dia.

Baca juga: Jokowi Ingatkan Potensi Kluster Covid-19 dari Pilkada

Selain itu, pria kelahiran Solo ini meminta laboratorium ada di setiap provinsi. Menurutnya, jejaring laboratorium penting dalam memeriksa spesimen secara masif.

"Strategi jejaring laboratorium ini penting. Jadi bukan berdasarkan wilayah administrasi tapi sekali lagi desain perencanaan harus betul-betul ada dan disiapkan," ujar dia.

Sebelumnya, Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut pemeriksaan spesimen di Indonesia masih sekitar 35%. Jumlah ini masih jauh dari standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni 1:1000 orang per minggu.

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang sekitar 260 juta penduduk, maka pemeriksaan spesimen adalah 267.700 orang per minggu. Sementara pemeriksaan spesimen hingga saat ini baru 95.463 orang per minggu.

Wiku mengakui jumlah pemeriksaan spesimen masih jauh dari standar WHO. Namun bila dirinci per provinsi, hanya DKI Jakarta yang telah melampaui standar WHo dengan pemeriksaan 21.461 spesimen penduduk per 1 juta penduduk.

Jumlah ini bahkan melampaui Jepang, yang hanya 3.484 spesimen per 1 juta penduduk. Wiku pun meminta meminta Jawa Timur dan Jawa Tengah mencontoh DKI Jakarta.

Jawa Barat dan Sulawesi Selatan pun diminta meniru DKI Jakarta dalam pemeriksaan spesimen. Sebab, Jatim, Jateng, Jabar, dan Sulsel masuk dalam kategori provinsi dengan jumlah covid-19 terbanyak. (OL-1)

BERITA TERKAIT