07 September 2020, 04:00 WIB

Risiko Perang IndiaTiongkok Menguat


Hym/AFP/X-11) | Internasional

PARA ahli militer memperingatkan bahwa sengketa perbatasan antara India melawan Tiongkok dapat berkembang menjadi perang sesungguhnya yang berbahaya.

“Situasinya sangat berbahaya di lapangan dan bisa lepas kendali,” kata Letnan Jenderal DS Hooda, yang pernah menjabat sebagai ko mandan militer India dari 2014 hingga 2016.

“Banyak hal akan bergantung pada apakah kedua pihak mampu mengontrol situasi yang tidak stabil dan memastikannya tidak menyebar ke area lain.” Wang Lian, seorang profesor hubungan internasional di Universitas Peking di Beijing, mengatakan perang terbuka tidak mungkin terjadi karena kedua pihak telah menunjukkan pengendalian diri dalam per temuan baru-baru ini.

Namun, dia juga mengatakan New Delhi berada di bawah tekanan sentimen anti-Tiongkok dan diperkuat tindakan AS yang lebih keras terhadap Beijing. “Saya tidak berpikir (India) akan meningkatkan konfl ik militer dalam skala lebih besar, tetapi saya yakin kedua pihak sedang membuat beberapa persiapan,” kata Wang. Jalan buntu India dan Tiongkok telah mengadakan beberapa perundingan, tetapi belum mencapai kesepakatan.

Sebagai tanda pembicaraan sekarang bergeser ke tingkat politik, menteri pertahanan kedua negara bertemu di Rusia, Jumat (4/9), untuk mengakhiri kebuntuan. Itu merupakan kontak langsung tingkat tinggi pertama antara Beijing-New Delhi sejak sengketa me letus di wilayah Ladakh empat bulan lalu.

Minggu lalu, kedua negara, yang berbagi perbatasan sepanjang ribuan kilometer itu, saling menuduh adanya provokasi baru, termasuk tuduhan tentara menyeberang ke wila yah masing-masing.

India mengatakan tentaranya dua kali menggagalkan gerakan provokatif oleh militer Tiongkok pekan lalu. Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Tiongkok menuduh pasukan India melintasi garis kendali yang telah ditetapkan dan menciptakan provokasi di sepanjang perbatasan. (Hym/AFP/X-11)

BERITA TERKAIT