06 September 2020, 23:55 WIB

Satu PKL Malioboro Meninggal Positif Covid-19


Ardi T Hardi | Nusantara

WAKIL Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan, pada Jumat (4/9) malam, seorang pedagang kaki lima (PKL) di Malioboro meninggal dunia dan telah konfirmasi positif Covid-19. Pedagang berusia 68 tahun itu biasa jualan tas dan dompet di zona 3 Malioboro

"Dalam upaya tracing sejak Sabtu (5/9) pagi, anggota keluarga ada 7, sedangkan pedagang yang bersebelahan dan kontak erat ada 12 yang dilakukan tracing dan mereka sudah isolasi mandiri dan libur," terang Heroe, Minggu  (6/9). Para pedagang tersebut diliburkan sampai menunggu semua tracing selesai dilakukan.

Heroe menjelaskan kronologi meninggalnya PKL yang dikonfirmasi positif Covid-19. Pada 20-26 Agustus 2020, pedagang tersebut masih jualan aktif di Malioboro dr pagi sampai malam. Namun, pada 27 Agustus, ia sudah tidak berjualan karena badan terasa demam saat sore hari, lemas, dan batuk sehingga hanya tinggal di rumah saja.

Pada 1 September, PKL tersebut memeriksakan diri ke Puskesmas. Pada 2 September, ia dibawa ke rumah sakit dan menjalani rapid test dengan hasil reaktif.

Pada 4 September, hasil test Polymerase Chain Reaction (PCR) keluar dengan hasil positif. "Pedagang tersebut meninggal sore harinya dan dimakamkan malam hari itu juga di Kulonprogo," jelas Heroe.

Sejak Jumat (4/9) malam sudah dilakukan tracing terhadap yang melakukan kontak erat dengan almarhumah, baik yang ada di sekitar lapak jualan PKL maupun yg ada di sekitar rumah tinggalnya di Kelurahan, Suryatmajan Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta.

Selain pedagang yang diminta melakukan isolasi mandiri, pedagang yang lain masih diijinkan untuk berjualan dan kondisi di Malioboro masih aman.

"Keluarganya ada yg kontak erat yaitu anak menantu dan cucunya. Anak dan menantu yg mengantar berobat ke puskesmas dan yang sempat menggantikan jualan," jelas dia.

Mereka yang kontak erat di keluarga maupun di lapak PKL Malioboro, termasuk yang sempat shalat jemaah dengan almarhumah sudah diminta isolasi mandiri.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta saat ini masih terus melakukan penelusuran terhadap mereka yang pernah berkontak erat dengan pasien tersebut.

Penyebab penularan masih ditelusuri dan belum bisa ditentukan. "Saat ini jangan berspekulasi apapun terhadap kasus ini sebab yang positif ditemukan 1 orang pedagang, yang lainnya menunggu hasil tracing," jelas dia.

Hasil penelusuran dari Dinas Kesehatan nanti akan dijadikan landasan untuk mengambil kebijakan lebih lanjut. Heroe pun berharap, kasus tersebut tidak meluas.

Sebagai informasi, sejak 18-27 Agustus 2020, pengunjung yang mengisi QR Code di Maliobiro berjumlah 30.116 orang, sedangkan yang masuk zona 3 ada 3.698 orang.

"Tidak semuanya (pengunjung Malioboro) masuk di zona 3 ruas pedestrian Barat. Kami sudah mempunyai nomer kontaknya," jelas dia. Pihaknya belum sampai meminta pembeli untuk diperiksa sebab masih menunggu hasil tracing. Namun, jika suatu saat diperlukan untuk periksa, pihaknya akan menghubungi
melalui Whatsapp untuk diperiksa.

Heroe berpesan, masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan Covid 19, yaitu dengan terus memakai masker dimanapun, tidak berkerumun, selalu cuci tangan, serta mengurangi interaksi. (OL-13)

Baca Juga: Dua Pasangan di Sulsel Lawan Kotak Kosong

BERITA TERKAIT