06 September 2020, 23:30 WIB

Dua Pasangan di Sulsel Lawan Kotak Kosong


Lina Herlina | Nusantara

ADA 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada). Pendaftaran dibuka sejak 4 September dan berakhir hari ini, Minggu (6/9)

Dari 12 daerah tersebut, ada 33 pasangan bakal calon, yang akan bertarung. Terdiri atas Makassar empat pasangan yang mendaftar, Gowa satu pasangan, Maros tiga pasangan, Pangkajene Kepulauan (Pangkep) empat pasangan.

Lalu Barru tiga pasangan, soppeng satu pasangan, Tana Toraja tiga pasangan, Toraja Utara tiga pasangan, Bulukumba empat pasangan, Kepulauan Selayar dua pasangan, Luwu Timur dua pasangan, dan Luwu Utara tiga pasangan.

Dengan demikian, hampir pasti, petahana di Gowa dan Soppeng akan melawan kotak kosong pada Pilkada serentak tahap ketiga tahun ini. Keduanya pun diusung Partai NasDem.

Lantaran di Gowa, pasangan petahana, Adnan Purichta Ichsan - Abdul Rauf Malaggani (Adnan - Kio) dari syarat dukungan parpol hanya 20 persen dari kursi parleman atau sebanyak sembilan kursi, tapi pasangan itu memborong semua kursi yang ada di DPRD Gowa yang berjumlah 45.

Partai pengusung Adnan - Kio, yaitu NasDem (5 kursi) PKB (4), PPP (8), Perindo (4), PDI Perjuangan (2), Golkar (3), PAN (3), Demokrat (6), Gerindra (7), dan PKS (3). Meski Demikian Gerindra dianulir KPU Gowa lantaran persoalan administrasi, tapi tetap mendukung pasangan itu.

Ketua KPU Gowa Mukhtar Muis mengungkapkan, pada form B1.KWK Parpol, sebagai syarat pengusungan yang diaerahkan Partai Gerindra, terdapat dua nama sekretaris yang berbeda, yang diserahkan Gerindra ke KPU RI ke KPU Kabupaten Gowa.

Baca Juga: Gibran Potensial Lawan Kotak Kosong, PDIP: Legitimasinya Kuat

"Nama sekretaris yang diserahkan ke KPU RI bernama M Idris Rate. Sedangkan yang diserahkan ke KPU Kabupaten Gowa bernama Alwiansyah. Jadi tidak sinkron, dan terpaksa dicoret dari koalisi pengusung pasangan Adnan - Kio," ungkap Mukhtar.

Meski demikian, Adnan tidak berkecil hati. "Alhamdulillah ini sejarah buat kita. Tapi kan sejak awal saya sudah menyatakan kesiapannya menghadapi siapa pun di Pilkada .Baik melawan kotak kosong, maupun pasangan calon, mau itu perseorang atau diusung parpol," kata Adnan.

Hal yang sama terjadi di Soppeng, Bupati petahana Andi Kaswadi 'Dulli' Rasak yang memilih berpasangan dengan kader Partai NasDem Lutfie Halide, memborong semua kursi parpo yang ada di parlemen. Dari syarat kursi yang hanya butuh enam saja, tapi 30 kursi semua mengusung pasangan itu.

Sebagai petahana, Andi Dulli sangat optimis tentunya bisa kembali duduk menjadi orang nomor satu di Sulsel. Tapi dia enggan sesumbar, mengingat kejadian paslon yang kalah oleh kotak kosong pada Pilkada Kota Makassar yang lalu.

"Insyaallah, kita sangat optimis bisa menang dengan bantuan semua pihak. Soppeng beda dengan Makassar," tandasnya.

Kaswadi Razak-Lutfie Halide di Soppeng diusung Partai NasDem (5 kursi), PKB (1), PPP (1), Golkar (12), Gerindra (3), PDI Perjuangan (5), dan Demokrat (3). (OL-13)

Baca Juga: Melawan Kotak Kosong tidak Demokratis

BERITA TERKAIT