07 September 2020, 00:35 WIB

20 Tewas dalam Ledakan Masjid di Bangladesh


MI | Internasional

SEDIKITNYA 20 orang tewas dan belasan lainnya dalam kondisi kritis yang diduga karena ledakan pipa gas di sebuah masjid di dekat ibu kota Bangladesh ketika mereka sedang salat berjemaah, Jumat (4/9) malam. 

“Puluhan orang menderita luka bakar yang mengancam jiwa,” kata polisi.

Para jemaah sedang salat Isya ketika ledakan itu mengirimkan bola api ke langit di distrik pusat Narayanganj, kata layanan darurat. Penyelidik kecelakaan berasal dari percikan AC yang muncul setelah pemadaman listrik menyulut gas. 

“Gas bocor memasuki masjid,” kata petugas pemadam kebakaran Narayanganj Abdullah Al Arefin kepada AFP.

“Ketika mereka menutup jendela, pintu, serta api AC, ada percikan listrik yang menyebabkan ledakan di dalam masjid,” jelasnya.

Sebanyak 37 orang dibawa ke rumah sakit spesialis luka bakar di Dhaka, kata juru bicara rumah sakit Samanta Lal Sen. Dia menambahkan kondisi 21 pasien yang tersisa kritis dan semuanya menderita luka bakar 70%-80%.

Polisi mengatakan bahwa 45 orang terluka akibat ledakan dan orangorang membicarakan tentang bau gas bocor.


Pejabat akan ditindak

Menteri Negara Tenaga, Energi, dan Sumber Daya Mineral Nasrul Hamid mengunjungi Masjid Baitul Salat Jame di Fatullah Narayanganj, Bangladesh, kemarin.

Nasrul mengatakan, pejabat transmisi dan distribusi gas negara Titas akan menghadapi tindakan jika kelalaian mereka ditemukan dalam penyelidikan ledakan pendingin ruangan di masjid Narayanganj yang mematikan.

Anggota badan pengurus masjid Baitus Salat mengatakan, kebocoran masih belum diperbaiki karena pejabat Titas meminta untuk perbaikan. Namun, menurut Nasrul, para pembangun masjid dan orang-orang yang mengambil koneksi ilegal juga harus bertanggung jawab atas pembangunan bagian panjang masjid di jalur pipa di bawah jalan.

“Jika kami menemukan kelalaian pejabat di departemen saya, mereka akan menghadapi tindakan hukuman setelah skorsing segera,” kata dia dilansir dari Bdnews24, kemarin.

Di Bangladesh, peraturan keselamatan sering dilanggar. Ratusan orang terbunuh setiap tahun dalam kebakaran di negara berpenduduk 168 juta orang itu. Pada Februari tahun lalu, kebakaran di kawasan tua Dhaka menewaskan 78 orang. (AFP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT