06 September 2020, 19:13 WIB

Pulihkan Pariwisata, Kampanye K4 Di Daya Tarik Wisata DIgencarkan


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

PEMULIHAN sektor pariwisata menjadi salah satu perhatian pemerintah di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Kemeterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun mulai gencar mensosialisasikan kampanye Indonesia Care (I Do Care) dan K4 (kebersihan, keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan) sebagai upaya memulihkan sektor pariwisata.

Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf RI Frans Teguh mengatakan, penting untuk mencermati dan memastikan penerapan protokol kesehatan, kebersihan dan keselamatan secara baik di tempat-tempat wisata.

"Kami begitu mengapresiasi pengelola Daya Tarik Wisata yang sudah memiliki kesadaran yang baik dalam menerapkan protokolnya.” kata Frans dalam Webinar Voxpp Shout! bertajuk Lebih Jauh Kampanye Indonesia Care & Protokol K4 Di Daya Tarik Wisata.

Frans menjelaskan, kampanye Indonesia Care dalam penerapannya harus memperlihatkan bentuk kepedulian bangsa Indonesia kepada kesehatan, kebersihan, keselamatan masyarakat, dan pelaku industri destinasi wisata itu sendiri. Pengelola taman rekreasi dan atraksi wisata diharapkan juga mampu untuk mengembangkan rekayasa teknis dan inovasi dalam pelayanan.

Ketua Umum Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bambang Soetanto mengatakan, ada sekitar 900-1.000-an taman dan atraksi wisata dibawah asosiasi yang siap dan sudah menerapkan protokol kesehatan dalam lingkungan usahanya semenjak mulai boleh dibuka hingga kini.

"Pariwisata domestik memang kelihatan mulai bangkit dan perlu kita kawal dan cermati bersama penerapan protokol K4-nya dan juga keberlangsungan usahanya. Dukungan dan bantuan dari para pemegang kepentingan, khususnya  Pemerintah dalam hal ini begitu dibutuhkan ditengah masa yang cukup sulit dan menantang ditengah pandemi ini," ujarnya.

Ia menegaskan, asosiasinya mendukung dan mensinergikan sekaligus mensosialisasikan dan mengkomunikasikan prinsip dan nilai yang ada di protokol K4 InDOnesia CARE, khususnya untuk daya tarik wisata.

Baca juga : Kampus Akan Gelar Ospek Daring Bagi Mahasiswa Baru 2020

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bali, Cokorda Raka Darmawan mengatakan, piohaknya telah mempersiapkan diri untuk kehidupan dengan tatanan baru demi kembali bergeraknya ekonomi dan pariwisata serta upaya antisipasi penyebaran Covid-19 dan keselamatan masyarakat secara umum.

Kajian untuk mempersiapkan ini telah dilakukan sejak Juni 2020. Di tingkat provinsi, ada Peraturan Gubernur no. 46 Tahun 2020 dan juga Peraturan Bupati no. 52 Tahun 2020 tentang Penerapan Displin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 dalam kehidupa tatanan baru.

Melalui Surat Edaran Bupati Badung no. 259 Tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Badung kemudian mengeluarkan protokol kesehatan bagi tempat usaha pariwisata. Awal Juli lalu, di tahap awal Bali mulai membuka kegiatan pariwisata khusus untuk masyarakat Bali sendiri, dan baru di akhir Juli lalu dibuka untuk wisatawan nusantara

"Ada 11 Daya Tarik Wisata di wilayah Kabupaten Badung yang sudah kami pastikan penerapan protokol K4 menyeluruh diantaranya adalah Pantai Kuta, Garuda Wisnu Kencana dan Beach Walk Shopping Center. Oleh karena itu, dengan kampanye Indonesia Care ini, kami memandang begitu penting untuk mendukung, bersinergi dan mengadopsi sepenuhnya untuk kepentingan bersama," ujarnya.

Di sisi lain Komisaris Taman Safari Indonesia Tony Sumampau menegaskan pentingnya menerapkan protokol K4 sesuai nilai-nilai dan arahan dalam Indonesia Care.

"Kami bisa lebih percaya diri untuk menghadirkan atraksi wisata yang sehat, bersih dan aman sekaligus berwawasan lingkungan hidup serta dalam waktu yang bersamaan kepercayaan (trust) masyarakat untuk berkunjung juga tumbuh terhadap destinasi yang kami kelola," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT