06 September 2020, 16:25 WIB

Kasus Positif Naik Tajam, Kebumen Perketat Protokol Kesehatan


Liliek dharmawan | Nusantara

Pemkab Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) terus memperketat protokol kesehatan untuk menurunkan kasus covid-19 di kabupaten setempat. 
Apalagi, pekan lalu ada tambahan secara signifikan, yakni mencapai 30 kasus.

"Memperhatikan perkembangan kasus positif covid-19 tersebut, termasuk dari kajian kasus dan analisis data, maka kasusnya masih berpotensi mengalami kenaikan. Di sisi lain, sosial ekonomi harus tetap berjalan, karena itulah maka penerapan protokol kesehatan harus diperketat. Hal yang telah dilakukan adalah dengan menegakkan Perbup No. 68 tahun 2020 tentang Pencegahan Penularan Covid-19. Pemkab terus melakukan razia masker dan meminta masyarakat untuk menjaga jarak," tegas Koordinator Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kebumen Cokro Aminoto melalui keterangan tertulis, Minggu (6/9).

Baca juga: Pasangan Aji-Windarti Dafat Lagi ke KPU Kota Magelang

Kasus covid-19 di Kebumen pada pekan lalu melonjak secara signifikan. Dari hasil tes PCR yang telah dilaksanakan, ada tambahan sebanyak 30 kasus positif covid-19. Sehingga saat sekarang tercatat 246 kasus, 6 meninggal dunia, 72 orang dalam isolasi dan 168 orang sembuh.

Cokro menyatakan bahwa tambahan langsung sebanyak 30 kasus di Kebumen mulai dari balita, anak-anak, pemuda sampai orang tua. Yang paling muda tercatat berusia satu tahun dan paling tua 62 tahun. 

"Pada umumnya, mereka yang positif merupakan kontak erat dengan pasien positif sebelumnya. Dari 30 kasus positif baru, 13 di antaranya adalah hasil penelusuran kasus terkonfirmasi di Kecamatan Rowokele yang kini melakukan isolasi mandiri. Kasus lainnya terjadi setelah perjalanan ke luar kota dan perjalanan dengan angkutan umum," kata Cokro.

Selain tambahan 30 kasus positif, ada dua pasien yang telah dinyatakan sembuh. Sampai sekarang, lanjt Cokro, penduduk yang telah menjalani tes rapid sebanyuak 35 ribu lebih atau 2,7% dari jumlah penduduk. Sedangkan untuk pemeriksaan dengan tes PCR sebanyak 2.639 orang atau 0,2% dari jumlah penduduk. "Pemeriksaan itu sebetulnya sudah memadai berdasarkan standar WHO," ujarnya. (H-3)

BERITA TERKAIT