06 September 2020, 14:45 WIB

Kampus Akan Gelar Ospek Daring Bagi Mahasiswa Baru 2020


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

SEBELUM memasuki kehidupan kampus, mahasiswa baru biasanya harus melalui kegiatan orientasi atau yang biasa disebut Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) terlebih dahulu. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada suasana kampus, teman, senior, hingga dosen atau para pengajarnya.

Namun, pada tahun ini, PKKMB akan dilaksanakan secara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni melalui daring guna mencegah penyebaran virus korona, seperti yang dilaksanakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Rektor UNY Sutrisna Wibawa mengatakan, PKKMB dilakukan secara daring sesuai dengan panduan yang telah diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Baca juga: Erick Thohir Jadi Pembicara Kunci Orientasi Mahasiswa Unhas

“Jadi sesuai dengan panduan yang diterbitkan oleh Kementerian, untuk orientasi mahasiswa baru ini dilaksanakan secara daring selama empat hari dari tanggal 9 September 2020,” kata Sutrisna kepada Media Indonesia, Minggu (6/9).

Sutrisna menjelaskan, orientasi mahasiswa baru akan terbagi menjadi tiga sesi, yakni orientasi tingkat universitas dengan kegiatan berupa kuliah umum melalui live streaming, kemudian orientasi tingkat fakultas, serta tingkat jurusan yang nantinya akan dilakukan melalui aplikasi tatap muka dan bersifat penugasan.

Lebih lanjut Sutrisna mengatakan, meski kegiatan orientasi secara tatap muka lebih efektif dibandingkan daring, namun pihak kampus berupaya semaksimal mungkin untuk menerapkan model/strategi orientasi daring yang cukup efektif agar dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa baru, dan mengutamakan kondisi kesehatan para peserta.

Dia pun berharap para mahasiswa baru menyiapkan diri dengan sebaik mungkin untuk mengikuti kegiatan orientasi ini.

“Maunya mahasiswa tentu langsung kuliah. Apalagi anak-anak lulusan SMA yang baru masuk kuliah pertama, pasti ingin sekali datang ke kampus, tapi kan persoalannya kondisi tidak memungkinkan karena covid-19. Jadi kita harus menerima kondisi ini, mudah-mudahan segera pulih kembali agar kita bisa kuliah tatap muka,” tuturnya.

PKKMB secara daring juga digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ribuan mahasiswa baru UGM program sarjana dan diploma angkatan 2020 akan mengikuti Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) melalui sejumlah platform yang tengah disiapkan mulai Senin (7/9) besok.

“Di era pandemi ini pelaksanaannya memang sedikit berbeda, tetapi semangatnya tetap sama, yaitu untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nilai ke-UGM-an, dan nilai keilmuan,” ucap Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan, Djagal Wiseso Marseno.

Djagal menjelaskan, kegiatan orientasi ini diselenggarakan untuk memberikan bekal pada para mahasiswa baru untuk menjadi pembelajar yang sukses di UGM hingga lulus dan memperoleh gelar sarjana maupun sarjana terapan. Meski dilaksanakan secara daring, menurutnya hal ini tidak akan mengurangi esensi PPSMB yang sejak dulu memang lebih menekankan pada aktivitas yang mengasah intelektual dibanding mengasah fisik.

Para peserta pun akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai program studi maupun asal daerah sehingga kerja sama serta diskusi yang solutif tetap dapat terbangun dengan memanfaatkan media-media digital.

“Yang digembleng bukan ketahanan fisik, tapi ketahanan intelektualitas dari mahasiswa sebagai insan akademis. Harapannya selama mengikuti PPSMB kecerdasan soft skill para mahasiswa meningkat dan bisa memiliki toleransi serta kemampuan adaptasi selama menjadi mahasiswa UGM,” terangnya.

Di samping menyiapkan sejumlah alternatif platform yang dapat digunakan dengan memperhatikan kondisi masing-masing daerah di mana para mahasiswa berada, UGM juga menyiapkan pemberian bantuan kuota internet bagi mahasiswa baru untuk mengikuti PPSMB.

Djagal menambahkan, UGM juga tengah menyiapkan naskah akademik agar pelaksanaan PPSMB terhitung ke dalam satuan kredit semester (SKS) sehingga para peserta PPSMB akan mendapat nilai dari kegiatan PPSMB.

Kepala Subdirektorat Pengembangan Karakter Mahasiswa, Direktorat Kemahasiswaan UGM Rustamadji menambahkan, sejumlah materi PPSMB sudah mulai bisa diakses pada tanggal 2 September oleh mahasiswa baru yang telah menyelesaikan proses registrasi.

Usai upacara pembukaan yang dilangsungkan pada 7 September, peserta PPSMB akan menerima materi kebangsaan dan ke-UGM-an pada 7-8 September, materi soft skill pada 9-10 September, dan pengenalan bidang keilmuan pada 11-12 September.

“Setelah itu masih ada satu kegiatan lagi yang dikerjakan di rumah masing-masing dalam kaitan dengan pandemi, bagaimana peserta bisa berkontribusi aktif terhadap penanganan pencegahan covid-19. Kemudian kita akhiri dengan penutupan pada tanggal 4 Oktober,” paparnya.

Di sisi lain, Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Kerjasama UPN Veteran Jakarta Ria Maria Theresa, mengatakan, PKKMB di kampusnya akan menyampaikan materi ospek secara online dengan memanfaatkan berbagai media kreatif yang familiar bagi generasi milenial. Sehingga mahasiswa baru dapat mengenal dunia pendidikan tinggi, meski dari rumah masing-masing.

Orientasi yang mengangkat tema “Patriot Milenial UPN Veteran Jakarta, Siap Bersaing di Era Society 5.0” akan digelar pada 9-12 September 2020 dengan menghadirkan lima narasumber yang kompeten untuk memperkenalkan UPN Veteran Jakarta dengan identitasnya sebagai kampus Bela Negara.

Para mahasiswa baru yang berjumlah 3.685 akan mendapatkan materi yang diberikan oleh Rektor dan para Wakil Rektor UPN Veteran Jakarta dan lima narasumber lainnya yaitu Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam, pengusaha dan politikus Indonesia Sandiaga Uno dan peraih gelar doktor termuda di Jerman Hutomo Suryo Wasisto, Dea Gendyna, dan mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

“Walaupun dilakukan secara daring diharapkan PKKMB tahun ini dapat menjadikan kegiatan pengenalan kehidupan kampus menjadi lebih berbobot dan efektif. Oleh karena itu, UPN Veteran Jakarta menghadapi tantangan berupa penyiapan kebijakan dan protokol yang dapat mengoptimalkan kegiatan orientasi kampus agar mahasiswa baru dapat memahami bagaimana sesungguhnya kehidupan kampus dan suasana belajar di perguruan tinggi,” tandas Ria. (H-3)

BERITA TERKAIT