06 September 2020, 00:22 WIB

Bencoolen Coffee Latih Milenial Bengkulu Lestarikan Kopi


Gana Buana | Nusantara

BENCOOLEN Coffee menargetkan program ‘Satu Desa Satu Warung Kopi’ sebagai salah satu komitmen dalam berkontribusi meningkatkan kapasitas pengembangan masyarakat Indonesia di tengah wabah virus korona. Virus korona atau covid-19 telah membuat ruang gerak masyarakat terbatas, bahkan ada yang tidak bisa keluar terlalu jauh dari desa tempat tinggal mereka.

Namun, di samping menyusul cairnya dana pelatihan gelombang 5 Kartu Prakerja, Bencollen Coffee bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu pada 26 Agustus kemarin menyelenggarakan kelas virtual pelatihan barista secara gratis.

Hal itu dilakukan sebagai promosi untuk milenial Bengkulu ikut Prakerja dan acara ini dibuka oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah.

“Seperti kita tahu di masa pandemi ini banyak terjadi pemutusan hubungan kerja, maka di sinilah Bencoolen Coffee di dukung melatih warga untuk bisa membuka lapangan kerja sendiri, seperti halnya membuka kedai kopi di desa dan sekitar rumah,” kata Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam keterangan resminya. 

Menurut Rohidin, program pelatihan ini juga sebagai ajang mempromosikan kopi Bengkulu. Selain itu, diharapkan agar masyarakat bisa meracik kopi sesuai dengan standar penyeduhan kopi dan menghasilkan cita rasa kopi yang sempurna. 

Pelatihan itu juga membuka kesempatan bagi para pemuda, khususnya di desa untuk berkreasi membuat rintisan usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Baca juga : UMKM Harus Bangkit untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Di Jatim

“Saya menganggap kegiatan ini salah satu hal yang penting, karena memiliki manfaat positif bagi pemuda dan pemudi untuk terciptanya lapangan kerja baru. Apalagi disandingkan dengan program Satu Desa Satu Warung Kopi,” ujarnya.

Pelatihan barista secara virtual ini diikuti 152 peserta yang tersebar di kota/kabupaten di Provinsi Bengkulu. Acara ini bagian dari rangkaian program Barista desa Nasional dan bisa juga diikuti provinsi lain melalui Instagram Bencoolen Coffee seperti yang dilakukan Nur Hakim, peserta Kartu Prakerja gelombang 1 dari Jakarta.

Nur Hakim, yang berkerja sebagai freelancer di acara-acara publik atau pertemuan, ikut terpukul keuangannya oleh pandemi virus korona. Dia melihat pelatihan barista Bencoolen Coffee sangat sejalan dengan minat dan pekerjaannya selama ini, yakni menyeduhkan kopi untuk rekan-rekan kerja dan bosnya.

"Setelah mengikuti pelatihan barista Bencoolen Coffee,  saya ketagihan karena pelatihan ini membuatnya bisa menambah penghasilan," jelas dia. 

Seperti yang diketahui, informasi tentang pelatihan wirausaha kopi the Bencoolen Coffee bisa ditengok di https://prakerja.bencoolencoffee.com/ atau bisa juga diakses lewat situs maubelajarapa.com/sekolahmu.com dan pijarmahir.com. (OL-7) 

BERITA TERKAIT