05 September 2020, 16:54 WIB

Pringsewu Sambut Kostratani dengan Launching Call Center


mediaindonesia.com | Ekonomi

KABUPATEN Pringsewu, Provinsi Lampung memanfaatkan momen Launching Model Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani dengan meluncurkan Call Center Penyuluh sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan pertanian.

Tidak hanya itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi bersama Wakil Bupati Pringsewu H. Fauzi, juga melakukan panen raya dengan harvester, Jumat (4/9), di BPP Gading Rejo.  

"Kita menyambut baik Kostratani. Untuk mendukung program pembangunan pertanian yang dicanangkan oleh Kementan, di Kabupaten Pringsewu juga dibentuk call center bagi penyuluh. Fungsinya untuk membantu memberikan informasi ke petani untuk mewujudkan pertanian yang lebih baik," kata Wakil Bupati Pringsewu, Fauzi. 

Ditambahkannya, melalui Dinas Kominfo Pringsewu akan memanfaatkan IT untuk membantu pertanian. Petani maupun penyuluh juga bisa memanfaatkan lokasi yang ada IT, apalagi dengan hadirnya Kostratani ini akan semakin lengkap pemanfaatan sarana IT. 

Tidak hanya itu, Fauzi juga menegaskan Pringsewu siap melibatkan lebih banyak petani milenial.

"Petani milenial kita banyak, kita juga buat dan memaksimalkan traktor untuk menarik milenial. Mereka cukup modern. Dan juga memasarkan hasil pertanian dengan memanfaatkan media sosial," ujarnya. 

"Saya yakin pertanian itu menjanjikan. Apalagi jika dikelola dengan benar dan SDM yang baik. Pertanian baik untuk masa depan," kata Wakil Bupati Pringsewu."

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, memuji hasil pertanian Pringsewu. 

"Saya berharap produksi pertanian di Pringsewu meningkat terus. Kita juga bekerjasama dengan teman-teman di sana untuk menggarap SDM, untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan teman-teman petani dan penyuluh," katanya. 

Menurut Dedi, kalau kemampuan SDM meningkat, maka produksi pertanian akan meningkat, apalagi jika ditambah sarana prasarana seperti pupuk dan lainnya. 

"Di Pringsewu semua support dan semua semangat. Apalagi di daerah Pardasuka mulai panen dengan produksi 8 ton per hektare. Tapi itu harus diteruskan. Dan untuk yang produksinya masih 5 dan 6 ton harus ditingkatkan lagi," tutur Dedi. 

Di lokasi yang sama, diadakan juga diskusi melalui video conference dengan sembilan BPP yang berada di tingkat kecamatan. Diawali diskusi dengan BPP Ambarawa.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan pemenuhan sarana dan prasarana IT sangat dibutuhkan di Kostratani. 

"Kostratani akan terhubung dengan Agriculture War Room dan untuk itu dibutuhkan jaringan internet. Kostratani harus menjadi pusat data dan informasi,  tempat belajar dan berkonsultasi para petani. Untuk itu, dibutuhkan SDM berkualitas yang bisa memaksimalkan Kostratani," ujarnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT