05 September 2020, 14:17 WIB

KLHK Dukung Lahan Bekas Tambang Bukit Kandis Jadi Lokasi Wisata


mediaindonesia.com | Humaniora

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) yang diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal sekaligus Plt. Direktur Pemulihan Lahan Akses Terbuka, Sigit Reliantoro, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bengkulu.

Kenjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka promosi kawasan wisata minat khusus lahan bekas tambang Bukit Kandis, memantau AQMS (air quality monitoring system) dan coastal clean up, Jumat (4/9)

Dalam acara tersebut turut hadir, perwakilan Gubernur Bengkulu, dan Bupati Bengkulu Tengah, Ferry Ramli, Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK, Dasrul Chaniago, dan Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir Laut KLHK, Dida Mighfar Ridha.

Kunjungan utama dilakukan di lokasi hasil pemulihan lahan akses terbuka Bukit Kandis yang berlokasi di Desa Durian Demang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.

Bukit Kandis dikenal dengan keanekaragaman hayati khas yaitu tanaman asam kandis dan durian. Selain itu, kawasan Bukit Kandis diangkat menjadi ikon wisata bekas tambang yang menjadi destinasi pilihan masyarakat.

Destinasi Wisata Minat Khusus Bukit Kandis memiliki keunggulan sebagai perbukitan batu andesit dengan pesona alam yang luar biasa, asri dan memukau.

Keunggulan ini mengantarkan kawasan ini Bukit Kandis dinobatkan sebagai objek wisata terpopuler ketiga untuk kategori wisata olahraga dan petualangan Indonesia dari ajang bergengsi tahunan Pariwisata Terpopuler–Anugerah Pesona Indonesia (API) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

“Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah saat ini tengah menargetkan wilayahnya sebagai sentra durian. Keberadaan komiditi buah unggulan tersebut, harus ditunjang dengan sebuah kawasan wisata yang menarik sehingga wisatawan memiliki antusiasme untuk berkunjung," papar Sigit Reliantoro.

"Oleh karena itu, destinasi wisata minat khusus Bukit Kandis hadir untuk mendukung. Kawasan wisata ini diharapkan menjadi wahana atraksi yang menghadirkan lokasi olah raga Panjat Tebing dan perkemahan. Sehingga pada akhirnya kedua keunggulan tersebut, dapat membantu perekonomian masyarakat,” ujar Sigit.

Transformasi Bukit Kandis

Lokasi Bukit Kandis sebelumnya adalah Penambangan Tanpa Izin Batu Andesit. Pada tahun 2018, kolaborasi antara KLHK, pemerintah daerah baik Provinsi Bengkulu maupun Kabupaten Bengkulu Tengah telah mentransformasi Bukit Kandis yang rusak akibat penambangan menjadi kawasan wisata alam.

Bukit Kandis mengusung tema kawasan wisata alam minat khusus dengan kegiatan wisata fotografi, perkemahan, dan olahraga panjat tebing. Promosinya juga dilakukan dengan melengkapi pengelolaan wisata melalui Pelatihan Panjat Tebing.

Dalam rangkaian kunjungan, Sekretaris Direktorat Jenderal sekaligus Plt. Direktur Pemulihan Lahan Akses Terbuka, Sigit Reliantoro, membuka pelatihan panjat tebing oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu serta penanaman pohon.

Berdasarkan data KLHK Tahun 2019, bukaan pertambangan di Provinsi Bengkulu seluas 4.175 ha. Dari kondisi bukaan pertambangan tersebut, terdapat usaha dan kegiatan pertambangan sebanyak 36 izin usaha pertambangan  (IUP) operasi produksi mineral logam dan batubara, serta 187 IUP-IUPK (izin usaha pertambangan khusus) operasi produksi batuan (Dinas ESDM Provinsi Bengkulu Tahun 2017).

Selain itu, di Wilayah Provinsi Bengkulu juga terdapat kegiatan pertambangan tanpa izin sekitar 75 lokasi. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT