05 September 2020, 04:06 WIB

Diskon Biaya Tambah Daya dari PLN Disambut Apresiasi


Ins/X-6 | Humaniora

DALAM rangka Hari Pelanggan Nasional 2020, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan keringanan biaya penyambungan tambah daya sebesar 75% bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil menegah (IKM).

Pemberian insentif listrik di tengah pandemi itu disambut gembira pelaku UMKM dan IKM. Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia Ikhsan Ingratubun menyatakan bantuan pemerintah yang disalurkan melalui PLN tersebut sangat dibutuhkan pengusaha UMKM yang terdampak covid-19.

“Kami menyambut baik kalau ada subsidi dari pemerintah. Memang yang paling dibutuhkan ialah modal kerja,” cetus Ikhsan, kemarin.

Salah satu pelaku usaha skala UKM di bidang pakaian dan sepatu yang menjual produk melalui akun Instagram @adorableprojects, Fajar Nugraha, juga mengapresiasi langkah pemerintah tersebut.

“Bantuan sekecil apa pun dari pemerintah pasti sangat bermakna bagi pengusaha kecil maupun menengah,” papar Fajar kepada Media Indonesia, kemarin.

Ia menyebut bantuan seperti subsidi listrik atau bantuan presiden (banpres) produktif teramat bermanfaat bagi pelaku UMKM di tengah pandemi covid-19. Omzet yang menurun dan pemangkasan karyawan menjadi masalah utama yang dirasakan selama pandemi ini. Karena itu, insentif listrik itu sangat diapresiasi. “Saya lihat teman-teman usaha saya sangat terbantu dari pemerintah, baik itu listrik atau subsidi UMKM,” tuturnya,

Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT PLN Bob Saril, kemarin, menyatakan keringanan biaya penyambungan tambah daya sebesar 75% bagi UMKM dan IKM dilakukan untuk memberikan biaya tambah daya yang ekonomis demi membantu meningkatkan produktivitas UMKM dan IKM di tengah pandemi. Diskon 75% itu berlaku sejak 4 September 2020 hingga 3 Oktober 2020.

“Program tersebut dapat memberikan keringanan bagi pelanggan golongan tarif bisnis dan industri tegangan rendah mulai dari daya 450 VA sampai 13.200 VA dengan pilihan daya akhir sampai 16.500 VA,” ungkap Bob Saril. (Ins/X-6)

BERITA TERKAIT