05 September 2020, 03:57 WIB

Pemerintah Bayar Uang Muka Vaksin Rp3,3 Triliun


Mir/Van/CNA/Ant/X-3 | Humaniora

TAHUN ini pemerintah telah membayar uang muka untuk pengadaan vaksin covid-19 sebesar Rp3,3 triliun. Adapun keseluruhan anggaran yang disiapkan mencapai Rp37 triliun.

“Seluruh dana yang disiapkan itu untuk program multiyear,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers setelah rapat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Jakarta, kemarin.

Hingga kini beberapa kandidat vaksin covid-19 masih dalam tahap pengujian di Indonesia. Di saat yang bersamaan, para produsen dari sejumlah negara berlomba memproduksi vaksin tersebut.

Di sisi lain, Unicef akan membantu pengadaan dan distribusi vaksin covid-19 yang dibuat 28 produsen di 10 negara hingga 2023. “Produsen bersedia secara kolektif memproduksi vaksin dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya selama 1-2 tahun mendatang,” jelas badan internasional itu, kemarin.

Terpisah, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan kini proses pengembangan vaksin Merah Putih untuk covid-19 sudah 50% selesai.

“Kami tinggal menunggu protein rekombinan itu dari sistem ekspresi yang menggunakan sel mamalia. Dalam dua-tiga bulan ke depan Eijkman bisa melakukan uji praklinis vaksin Merah Putih dengan platform subunit protein rekombinan pada hewan. Diharapkan selesai awal tahun depan,” ujar Amin di Jakarta, kemarin.

Selanjutnya, bibit vaksin bisa diserahkan kepada PT Bio Farma yang akan memformulasikannya untuk disiapkan uji klinis terhadap manusia. Amin berharap uji klinis fase satu kepada manusia bisa dilakukan di triwulan kedua 2021.

Amin melanjutkan bahwa Lembaga Eijkman mulai mengembangkan vaksin dengan platform lain. “Artinya, kami juga pelajari apa yang dilakukan di China dengan whole virus. Tetapi itu bukan yang utama. Utamanya adalah (yang berbasis) protein rekombinan.” (Mir/Van/CNA/Ant/X-3)

BERITA TERKAIT