05 September 2020, 05:40 WIB

Euforia Wisata Patuh pada Disiplin Prokes


Ardi Teristi | Nusantara

SEIRING meningkatnya gairah pariwisata ke Yogyakarta dan Bali, pemerintah setempat konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan terus memverifikasi kelayakan objek wisata, hotel, maupun restoran.

“Dengan euforia bangkitnya kembali pariwisata, saya berharap masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, kemarin.

Pemkot Yogyakarta berusaha mengantisipasi terjadinya penularan di lokasi objek-objek wisata. Di Malioboro misalnya, pada setiap akhir pekan, diterjunkan lebih banyak personel untuk menjaga penegakan disiplin prokes.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengingatkan pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan peningkatan kesungguhan pelaku bidang pariwisata menjalankan prokes. Pemkot Yogyakarta telah memasang stiker di front office hotel dan restoran yang sudah diverifikasi.

Langkah serupa dilakukan Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Bali. Sebanyak 16 hotel dan satu destinasi wisata di Kota Denpasar yang telah diverifikasi mendapat Sertifikat Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar MA Dezire Mulyani menjelaskan proses verifikasi sertifikasi Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata berlangsung sejak Juli 2020. Sedikitnya 20 hotel dan 5 destinasi wisata mendaftar.

Selain itu, 11 hotel bintang 3, 4, dan 5 juga sudah mengantongi sertifikasi serupa dari Pemprov Bali. “Di masa pandemi ini, sertifikat ini dapat menjadi acuan bagi wisatawan untuk memilih lokasi menginap atau lokasi tempat wisata. Hal ini juga bisa menjadi keunggulan atau daya tarik tersendiri,” cetus Dezire, Jumat (4/9).

Klaster pejabat  

Pengawasan ketat prokes sangat penting untuk menekan laju progresif virus korona. Satu terjangkit akan menulari orang yang bersentuhan dengannya.

Misalnya, di Sidoarjo, Jatim. Sebanyak 7 kepala dinas dan 31 pegawai Pemkab Sidoarjo dinyatakan positif covid-19. Mereka menjalani tes usap pascameninggalnya Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin pada 22 Agustus.

Dari hasil tes usap terhadap 759 pegawai, sebanyak 38 orang dinyatakan positif covid-19. Jumlah pegawai yang positif covid-19 diperkirakan masih akan bertambah mengingat tes usap masih berlangsung. “Saya barusan dapat info, ada dua lagi nyusul (positif covid-19),” tutur Pelaksana Harian Bupati Sidoarjo Achmad Zaini.

Sekda Banyuwangi Mujiono juga dinyatakan positif covid-19. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memastikan pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu karena tugas Mujiono sudah diambil alih tiga asisten lainnya.

Pascaterpaparnya Sekda Cirebon Agus Mulyadi, semua pejabat mulai wali kota, eselon dua, dan sejumlah lainnya menjalani tes usap dan isolasi mandiri untuk mencegah munculnya klaster pejabat di lingkungan Pemkot Cirebon.

“Pagi tadi saya langsung swab,” aku Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis. Tes dilakukan untuk memastikan dirinya terpapar atau tidak, mengingat beberapa kali melakukan kontak erat dengan Agus Mulyadi. (RS/HS/UA/UL/AD/YK/Tjo/GL/N-1)

BERITA TERKAIT