05 September 2020, 05:20 WIB

OASE Bantu Siswa di Garut Belajar Daring


AD/DW/MY/WJ/BB/N-2 | Nusantara

BELAJAR daring selama pandemi menyisakan sejumlah cerita tragis. Di Garut, Jawa Barat, seorang bapak terpaksa mencuri telepon seluler milik tetangganya.

Kepala keluarga berinisial S itu beralasan terpaksa mencuri karena anaknya harus belajar daring di rumah. Padahal, tidak ada seorang pun di dalam keluarganya yang memiliki telepon seluler.

Beruntung sang tetangga tidak memperkarakan tindakan S. Kisah ini pun sampai kepada Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju.

Kemarin, mewakili organisasi itu, Grace Juliari datang ke rumah S dan anaknya A, yang duduk di bangku kelas 7 di salah satu madrasah sanawiah. Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial itu menyerahkan komputer jinjing, telepon seluler, dan peralatan sekolah lainnya.

“Kamu harus belajar yang rajin, harus ingat perjuangan orangtuamu, harus jadi anak pintar, anak yang membanggakan ya,” tutur Grace.

Di Sumatra Selatan, Gubernur Herman Deru sudah menggulirkan bantuan untuk pondok pesantren dan uang kuliah mahasiswa asal daerah itu, sejak 7 Agustus lalu. Namun, sampai kemarin, ia mendengar kabar bantuan itu berlum tersalurkan.

Herman pun meradang. Kemarin, ia mengumpulkan anak buahnya dan menegur mereka. Ia pun memberi batas waktu, bantuan untuk pondok pesantren dan mahasiswa sudah disalurkan paling lambat pekan depan.

Herman berkomitmen membantu 18 ribu mahasiwa asal Sumatra Selatan yang kuliah di 92 kampus negeri dan swasta. Setiap mahasiswa mendapat Rp1 juta. Untuk 328 pondok pesantren, ia menggulirkan bantuan Rp15 juta per pondok.

Sementara itu, Pemkot Bengkulu juga membantu sekitar 4.000 siswa SMP dan guru dengan kuota internet gratis. “Ini bantuan tahap kedua, setelah tahap pertama berupa kartu dan kuota,” kata Kepala Dinas Pendidikan Rosmayetti.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, terpaksa menghentikan proses belajar tatap muka siswa SMP yang sudah berlangsung sejak 31 Agustus. “Ada peningkatan jumlah penderita covid-19 sehingga siswa kembali harus belajar daring.” (AD/DW/MY/WJ/BB/N-2)

BERITA TERKAIT