05 September 2020, 04:35 WIB

Iwan Fals Legenda yang Membumi


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

PERJALANAN bermusik musikus Virgiawan Listanto atau yang dikenal sebagai Iwan Fals, 59, sejak 1970-an menjadikannya disebut sebagai salah satu legenda musik Indonesia. 

Namun, ia justru merasa kaget dengan sebutan tersebut. “Awal-awal saya agak kaget karena enggak kepikiran sampai ke sana. Yang sana ngomong legenda gini-gitu, tapi terima kasih sekali,” kata Iwan Fals dalam peluncuran novel Air Mata Api, bertepatan dengan ulang tahunnya di Depok, Kamis (3/9).

Bagi Iwan, sebutan legenda tersebut tidaklah mudah karena mendapat banyak tekanan. “Ya, tentu ada beban disebut sebagai legenda katanya kan berarti harus bisa membawa diri dan harus bisa jadi tuntunan bagi orang lain. Tapi kan ada tuh di lagu, bahwa Rocker juga
Manusia,” ujar Iwan menyebut lagu milik grup Seurieus yang tenar pada 2005.

Dia pun menyebutkan sejumlah kisah legenda musik dunia yang bernasib tragis, di antaranya anggota The Beatles, John Lennon, yang meninggal karena dibunuh penggemarnya.

“Ada yang bunuh diri juga karena tidak kuat, tapi ya alhamdulillah berkat teman-teman semua mengingatkan saya dan berkat selalu Jumatan juga, ya, jadi terus diingatkan, jadi saya santaisantai saja enggak gimana-gimana,” ujar Iwan.

Iwan Fals mulai dikenal luas masyarakat saat merilis album Sarjana Muda di bawah Musica Studio. Salah satu lagu berjudul Oemar Bakri yang berkisah tentang seorang guru menarik banyak perhatian. Lagu-lagu Iwan Fals yang banyak berisi kritik sosial membuat konsernya sering dilarang atau dibatalkan pemerintah kala itu.

Nama Iwan semakin berkibar ketika bergabung dengan grup Swami dan Kantata Takwa bersama pengusaha Setiawan Djody. Hingga kini, terdapat puluhan album dan single yang telah dihasilkan suami dari Yosana tersebut.


Harapan

Memasuki usia ke-59 tahun, Iwan pun mengaku masih canggung merayakannya meski dibarengi peluncuran novel bersama Piter Abdullah Redjalam. Ia pun tidak menduga jika acara tersebut diselenggarakan bersamaan dengan hari lahirnya.

“Kami di keluarga agak canggung merayakan ulang tahun. Kalau anak-anak saya, ya, biasa, mengundang teman-teman sekelasnya. Kalau saya dan istri agak gagap merayakan ulang tahun,” kata Iwan.

Pelantun Bento tersebut mengatakan tidak memiliki harapan khusus di umur barunya. “Yang baik-baik sajalah pokoknya,” ujarnya. 

Iwan mengungkapkan, ia tidak akan pernah berhenti berkarya. Pandemi covid-19 pun membuatnya lebih fokus untuk menciptakan lagu baru.

“Saya akan terus bikin album, bikin lagu, apalagi sekarang gampang rekaman enggak perlu macet-macetan di laptop bisa. Habis subuh selalu saya bikin, ya, enggak tahu Cikal (anak Iwan) mau diapain,” kata Iwan. 

Ia melanjutkan, “Pandemi juga kan tim saya macet semua, mau enggak mau saya harus mengolah diri saya dan hikmahnya jadi bisa lebih fokus.” (Medcom.id/H-3)

BERITA TERKAIT