05 September 2020, 01:15 WIB

Bentrok Menantang sang Juara


Akmal Fauzi | Sepak Bola

SETELAH menyandang predikat juara bertahan, Portugal tidak bakal mudah mempertahankan gelar ajang sepak bola UEFA Nations League.

Apalagi anak asuh Fernando Santos harus bersaing di ‘grup neraka’, Grup 3 Liga A bersama Kroasia, Prancis, dan Swedia. Di laga pembuka, dini hari nanti, Portugal menjamu finalis Piala Dunia 2018 Rusia, Kroasia. 

Laga yang dilangsungkan di Estadio do Dragao, Porto, menjadi bentrok yang tidak mudah bagi Portugal. Apalagi kapten Cristiano Ronaldo terancam absen karena cedera.

“Pertandingan Nations League ini ialah pertandingan yang ingin kami menangi. Kami tidak pernah berangkat tanpa tujuan itu dalam pikiran. Namun, pada saat yang sama, saya harus memanfaatkan kompetisi ini untuk mulai memikirkan Euro (Piala Eropa) 2021,” kata Fernando Santos dikutip laman UEFA, kemarin.

Santos percaya dengan kemampuan anak asuhnya, yang memenangi tujuh dari delapan laga terakhir. Di penampilan terakhir, November tahun lalu, CR-7, julukan Ronaldo, dan kawan-kawan membukukan kemenangan 2-0 atas Luksemburg.

Keperkasaan Portugal, kampiun Piala Eropa 2016, berlanjut di ajang Nations League tahun lalu. Portugal mampu menundukkan Belanda dengan skor tipis 1-0 di laga pamungkas.

Santos pun telah menyiapkan bintang muda Francisco Trincao saat menjamu Kroasia. Trincao merupakan sosok yang berhasil membawa Portugal meraih gelar Piala Eropa U-19 pada 2018. Ketika itu, Trincao sukses menjadi top scorer dengan torehan lima gol.

Di kubu Kroasia, juru taktik Zlatko Dalic menegaskan berada satu grup dengan Portugal dan Prancis dimanfaatkannya untuk persiapan kualifikasi Piala Dunia mendatang dan Piala Eropa.

“Kami akan bermain tandang melawan juara Eropa dan kemudian juara dunia. Kami menghormati Portugal dan Prancis, tetapi kami memiliki banyak kartu truf dan kami pasti akan mencoba mematahkan laju negatif yang kami miliki saat melawan kedua tim itu,” kata Dalic.


Loew puas

Pelatih Jerman Joachim Loew mengaku cukup puas dengan performa timnya meski ditahan imbang 1-1 oleh Spanyol dalam laga perdana Grup 4, kemarin.

Pada pertandingan yang digelar di Mercedez-Benz Arena itu, Jerman yang tampil menyerang sejak awal laga mampu unggul lewat gol Timo Werner di menit ke-51. Kemenangan Der Panzer yang sudah di depan mata harus buyar ketika La Roja julukan timnas Spanyol melesakkan gol balasan lewat aksi Jose Luis Gaya di injury time babak kedua.

Meskipun harus kecolongan pada menit akhir, ia tetap merasa puas dan bangga dengan kinerja para pemainnya. (UEFA/AFP/R-2)

BERITA TERKAIT