04 September 2020, 20:15 WIB

Cermati Hoaks Seputar Pencegahan Penularan Covid-19


Eni Kartinah | Humaniora

HOAKS adalah berita bohong dan tidak memiliki landasan faktual tetapi disajikan seolah-olah sebagai rangkaian fakta. Terkait pandemi Covid-19, hoaks masih saja bermunculan khususnya di dunia maya, internet atau media sosial.

Pemerhati kesehatan Nourmatania Istiftiani SKM mengatakan dirinya telah mengamati dan membeberkan hoaks seputar pencegahan penularan virus korona atau Covid-19 yang dihimpun dari berbagai sumber.

“Hoaks bahwa merokok bisa mengurangi risiko tertular Covid-19. Hal tersebut tidaklah benar atau hoaks, menurut laman covid19.go.id, merokok tidak menghadang virus korona atau Covid-19,” kata Nourmatania pada siaran pers, Jumat (4/9).  

“Perokok justru rentan terpapar virus, salah satunya lantaran merokok memungkinkan risiko infeksi pernapasan,” ujar Nourmatania yang juga Scientific FibreFirst.

Informasi hoaks lain bahwa thermo gun berbahaya untuk otak. Menurut Nourmatania, termometer yang digunakan di kening pada saat mengukur suhu tubuh tersebut aman digunakan dan telah lulus uji kesehatan.

Yang tak kalah viralnya adalah hoaks soal minuman beralkohol bisa membunuh virus Covid-19. Nourmatania menjelaskan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menjelaskan ketika virus telah memasuki tubuh seseorang, menyemprotkan alkohol atau bahkan meminumnya tidak akan bisa membunuh virus tersebut.

“Jadi sudah bisa dipastikan informasi tersebut adalah hoaks,” jelas Nourmatania.

“Dalam mencegah dan menekan tingkat penularan Covid-19, diperlukan partisipasi dari seluruh masyarakat Indonesia dan hal tersebut dimulai dari diri sendiri yaitu menyebarkan berita atau informasi yang baik dan benar,” tuturnya.

Namun sejumlah fakta terkait upaya meningkatkan imun tubuh untuk  melawan Covid-19. Pertama, berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

Nourmatania menyarankan walaupun sedang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bukan berarti kita terbatas untuk melakukan olahraga.

“Melakukan olahraga intensitas sedang seperti joging dengan durasi pendek 30 hingga 45 menit secara rutin dapat meningkatkan imunitas melalui peningkatan jumlah sel darah putih terutama limfosit dan neutrophil,” jelasnya.

Kedua, fakta dan tips yang dianjurkan adalah tidur cukup selama 7 jam hingga 9 jam setiap hari. Ia menuturkan bahwa tidur nyenyak dan berkualitas selama kurang lebih 7 jama hingga 9 jam dapat memperkuat sistem imunitas tubuh.

“Dengan meningkatkan jumlah serta kemampuan sel T (sel imun) untuk menghancurkan sel yang terinfeksi virus dan penyebab penyakit,” ujar Nourmatania.

Fakta ketiga adalah menjaga pencernaan sehat yang dapat meningkatkan imunitas. Menurut Nourmatania, konsumsi cukup serat setiap harinya terbukti memberikan manfaat positif bagi pencernaan, karena 70% sel imun terdapat di pencernaan maka jika pencernaan sehat maka imun tubuh pun jadi kuat.

“Selain dari buah-buahan dan sayur-sayuan, suplemen kesehatan yang mengandung serat juga dapat membantu memenuhi asupan serat serta nutrisi harian,” jelasnya. (Nik/OL-09)

BERITA TERKAIT