04 September 2020, 18:14 WIB

BI Sebut Rupiah Masih Tertekan Pekan Ini


Fetry Wuryasti | Ekonomi

BANK Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah secara periodik. Itu dengan mencermati kondisi perekonomian yang terdampak pandemi covid-19.

Sepanjang 31 Agustus-3 September 2020, tingkat nilai tukar rupiah terpantau tertekan cukup dalam. Pada Kamis (3/9), rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.760 per dolar AS. Nilai ini melemah 0,75% dibandingkan nilai tukar rupiah pekan lalu yang ditutup pada level (bid) Rp14.650 per dolar AS.

Adapun pada Jumat (4/9) ini, rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.700 per dolar AS, terkoreksi 0,34% dari minggu lalu sebesar Rp14.650 per dolar AS.

Baca juga: Agustus Deflasi 0,05%, BPS: Daya Beli Masyarakat Belum Pulih

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga Bank Indonesia pada minggu I September 2020, perkembangan harga diperkirakan deflasi sebesar 0,01% (mtm).

"Perkiraan inflasi September 2020 secara tahun kalender sebesar 0,92% (ytd) dan secara tahunan sebesar 1,46% (yoy),"  ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjarnako dalam keterangan resmi, Jumat (4/9).

Penyumbang utama deflasi pada periode laporan, yakni komoditas daging ayam ras sebesar -0,05% (mtm), bawang merah sebesar -0,03% (mtm), cabai merah dan telur ayam ras masing-masing sebesar -0,02% (mtm).

Baca juga: UU BI akan Direvisi, Airlangga: Tidak Ada Upaya Pelemahan

Kemudian, cabai rawit, jeruk, dan emas perhiasaan masing-masing sebesar -0,01% (mtm). Sementara itu, komoditas penyumbang inflasi, yaitu bawang putih dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor dampak pandemi covid-19 terhadap ekonomi nasional.

"Serta, langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup Onny.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT