04 September 2020, 17:28 WIB

250 Hektare Lahan di Sumsel Terbakar


Dwi Apriani | Nusantara

SEPANJANG Juli hingga Agustus 2020, lebih dari 250 hektare lahan terbakar di Sumatra Selatan. Tercatat pula sudah ada 978 titik panas yang terpantau Satelit Lapan.  Untuk itu, upaya pemadaman lahan terbakar harus dilakukan secara maksimal agar tidak semakin meluas.

Hal itu diungkapkan Komandan Korem 044 Garuda Dempo, Brigjen Jauhari Agus Suraji. "Lahan yang terbakar menyebar yakni di Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Pali, Muara Enim, OKI dan Banyuasin. Tapi dominasi lahan terbakar saat ini berasal dari Pali," jelasnya, Jumat (4/9).

Diakuinya, kebakaran lahan saat ini rata-rata berada di lahan mineral dimana sudah mulai kering karena wilayah Sumsel sudah masuk musim kemarau. Sementara di lahan gambut, saat ini diperkirakan masih basah.

"Sekaran titik panas dan titik api itu mulai ramai. Kita perkuat tim di lapangan untuk bisa mengoptimalkan upaya pemadaman dan menjaga lahan yang rentan terbakar agar titik api tidak semakin banyak," jelasnya.

Jauhari menyebutkan, berbagai kendala yang ditemukan di lapangan diantaranya area lokasi lahan sulit diakses. Seperti kebakaran di Lais, Musi Banyuasin, dimana lahan terbakar berada di lahan mineral dan untuk menjangkaunya harus melalui lahan gambut yang penuh dengan semak belukar dan sungai.

"Kendala kita memang akses ke lokasi terbakar yang sulit dijangkau. Karena itu pemadaman dilakukan maksimal dengan waterbombing menggunakan helikopter. Meski harus dilakukan berhari-hari dan dibom air secara berulang, namun memang cukup sulit memadamkan karhutla," jelasnya.

Kendala lain yang ditemukan yakni ketersediaan air yang mulai berkurang, serta angin kencang di wilayah Sumsel. Dengan begitu, api cepat merambat, terutama di area yang materialnya sudah kering seperti ranting pohon dan semak belukar. (R-1)

BERITA TERKAIT