04 September 2020, 14:49 WIB

Wow, Penemuan Lubang Hitam Raksasa ini Kejutkan Para Astronom


Bagus Pradana | Weekend

SEBUAH penemuan lubang hitam raksasa baru-baru ini sempat menjadi perbincangan publik di media social. Pasalnya, penemuan lubang hitam ini merupakan objek antariksa terbesar yang pernah ditemukan oleh para astronom internasional.

Objek raksasa yang kemudian dinamai GW190521 ini, pertama kali terpantau pada 21 Mei 2019 melalui Detektor Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) di Amerika, dan Detektor Interferometer Virgo di Italia.

Para astronom meyakini jika objek raksasa tersebut awalnya terbentuk dari tabrakan (atau penggabungan) antara dua lubang hitam bermassa yang sebelumnya belum pernah terjadi. Diperkirakan sebelum lubang hitam raksasa ini tercipta, ada dua lubang hitam bermasa 85 kali dan 66 kali massa matahari yang awalnya memiliki letak yang berdekatan, kemudian saling bertabrakan hingga menciptakan lubang hitam baru dalam ukuran dua kali lipatnya.

Merujuk pada pantauan gelombang gravitasi yang berhasil ditangkap oleh detektor LIGO, diperkirakan lubang hitam raksasa ini memiliki masa sebesar 142 kali masa matahari.

"Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya," ungkap Evan Goetz, peneliti dari Departemen Fisika dan Astronomi, Universitas British Columbia yang juga tercatat sebagai salah satu penulis dari sebuah makalah kajian tentang lubang hitam baru ini di Jurnal Physical Review Letters and Astrophysical Journal Letters, Rabu (3/9) lalu.

"Ini adalah pertama kalinya jenis sinyal gravitasi sebesar ini terukur dalam detektor laser," tambahnya.

Pada umumnya, gelombang gravitasi yang tertangkap dalam detektor itu berbentuk letupan gelombang yang konstan dan lirih meskipun itu berasal dari tabrakan dua bintang neutron yang memiliki letupan energi besar.

Namun, ketika para peneliti mengamati lubang hitam raksasa ini mereka menemukan letupan gelombang yang besar sekitar lima hingga enam kali dan cukup bising. Setelah dilakukan pengamatan lanjutan para peneliti pun mengonfirmasi bahwa telah ditemukan jenis lubang hitam bermassa baru yang kemudian berdasarkan ukurannya dikategorikan sebagai 'intermediate-mass black holes' dan masih misterius.

Meski penemuan ini adalah yang pertama,  para astronom merasa bahwa secara teoritikal mereka perlu mendetailkan prinsip-prinsip pengukurannya agar dapat menjelaskan muasal lubang hitam bermassa besar  ini. "Kami membutuhkan lebih banyak pengamatan terhadap jenis sinyal yang ditimbulkan oleh lubang hitam jenis ini," ujar Goetz, seperti dilansir dari  portal berita Kanada, CBC News , Rabu(3/9).

"Lubang hitam memainkan peran kunci dalam aspek astrofisika dan penemuan ini akan membantu untuk kami memahami lebih dalam lagi tantang asal usul dari lubang hitam itu sendiri," pungkasnya. M-4)

 

 

BERITA TERKAIT