04 September 2020, 10:31 WIB

PM Libanon Bersaksi Terkait Ledakan di Beirut


Basuki Eka Purnama | Internasional

PENYELIDIK bencana ledakan di pelabuhan Beirut, Kamis (3/9), mendengarkan kesaksian dari Perdana Menteri Hassan Diab.

Diab menjadi pejabat senior pertama yang bersaksi di depan penegak hukum yang tidak berwenang menginterogasi pejabat yang tengah berkuasa.

Perdana menteri yang mengundurkan diri pascaledakan pada 4 Agustus yang menewaskan 190 orang itu mengatakan ledakan itu disebabkan oleh 2.759 ton pupuk amonium nitrat yang disimpan di gudang pelabuhan selama bertahun-tahun.

Hakim Fadi Sawan mendengarkan keterangan Diab dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Baca juga: Serangan Udara Tewaskan 16 Pejuang Pro-Iran di Suriah

Swan akan menentukan seberapa besar perdana menteri mengetahui keberadaan ammonium nitrat itu di pelabuhan.

Dia juga akan mencari tahu mengapa pemerintah tidak memerintahkan untuk menyingkirkan benda berbahaya itu setelah mendapatkan laporan dari petugas keamanan.

Pada 20 Juli, Diab dan Presiden Michel Aoun mendapatkan laporan dari Badan Keamanan Negara mengenai bahaya dari materi tidak stabil itu.

Selepas ledakan tersebut, badan itu mengonfirmasi mereka telah memberikan laporan lengkap mengenai bahayanya ammonium nitrat itu.

Dalam laporan tersebut, Badan Keamanan Negara memperingatkan bahwa ammonium nitrat bisa meledak yang kekuatannya akan menghancurkan pelabuhan di Beirut. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT