04 September 2020, 08:16 WIB

Yen dan Franc Menguat Saat Dolar AS Jatuh


Ant | Ekonomi

AKSI jual yang terjadi di pasar saham Amerika Serikat membuat dolar AS jatuh namun Yen Jepang dan Franc Swiss menguat pada Kamis atau Jumat pagi WIB. Aksi jual itu dikarenakan para investor beralih ke mata uang safe-haven usai indeks-indeks utama mencatat rekor penutupan tertinggi mereka.

Penurunan besar di Apple Inc, Amazon.com, Microsoft dan induk perusahaan Google, Alphabet, mendorong indeks-indeks utama Wall Street lebih rendah pada Kamis (3/9), di jalur untuk penurunan satu hari terdalam sejak Juni.

Para analis mengatakan gerakan tersebut secara luas didorong oleh data ekonomi lemah yang menyoroti kekhawatiran tentang pemulihan lebih lama dan sulit.

Dolar melemah 0,1% terhadap yen Jepang dan akan mengakhiri sesi Amerika Utara lebih rendah untuk pertama kalinya sejak minggu lalu. Terhadap franc Swiss, dolar melemah 0,15% menjadi 0,909 franc.

Soal pasangan dolar-yen, analis di Action Economics menyebut, "Karena latar belakang risiko berubah menjadi sangat negatif, pasangan yang sensitif terhadap risiko dijual ke posisi terendah 106,02. Penurunan tajam di Wall Street, bersama dengan imbal hasil obligasi AS yang lebih rendah membebani".

Sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun lebih besar daru yang diperkirakan pada minggu lalu. Tetapi angka tersebut masih tetap luar biasa tinggi, salah satu dari beberapa pemulihan pasar tenaga kerja telah kehilangan tenaga karena pandemi covid-19 berlanjut dan dukungan pemerintah menurun.

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19 Dukung Pelemahan Dolar AS

Beberapa analis pun berpendapat penyesuaian musiman mungkin telah membuat penurunan tampak lebih besar dari sebelumnya.

"Masalah penyesuaian secara musiman berarti kami tidak dapat benar-benar membandingkan klaim awal dengan angka sebelumnya saat ini," kata Kepala Analis uku bunga AS di BMO Capital Markets Ian Lyngen.

"Kesimpulan kami adalah bahwa metodologi penyesuaian membuat penurunan klaim awal tampak lebih besar dari yang sebenarnya," imbuhnya.

Pada Jumat (4/9), Departemen Tenaga Kerja akan merilis laporan pekerjaan yang diawasi ketat untuk Agustus.

Sementara terhadap euro, dolar hampir datar. Pada pagi hari, dolar mencapai tertinggi seminggu karena investor memangkas taruhan terhadap greenback dan menjual euro di tengah kekhawatiran Bank Sentral Eropa mencemaskan kenaikannya. Lonjakan tersebut telah mengangkat greenback dari level terendah 28-bulan terhadap sekeranjang mata uang yang dicapai pada Selasa (1/9).

Indeks dolar AS terakhir naik 0,09% menjadi 92,78. Angka ini 1,12% lebih tinggi dari posisi terbawah pada Selasa (1/9).(OL-5)

BERITA TERKAIT