04 September 2020, 07:55 WIB

Serangan Udara Tewaskan 16 Pejuang Pro-Iran di Suriah


Faustinus Nua | Internasional

SERANGAN udara yang diduga dilakukan Israel di Suriah timur telah menewaskan 16 pejuang yang didukung Iran, Kamis (3/9). Hal itu diungkapkan pengawas perang, setelah Damaskus mengonfirmasi sempat mencoba mencegat rudal Israel yang ditembakkan ke pangkalan udara pusat.

"(Mereka) pejuang paramiliter Irak yang setia kepada Iran, tujuh di antara mereka tewas di luar kota Mayadeen," kata Rami Abdul Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

Sementara, 9 korban lainnya tewas dalam serangan di selatan Kota Albu Kamal, di perbatasan Irak.

Baca juga: Yordania Lanjutkan Penerbangan Internasional 8 September

Abdul Rahman mengatakan Israel kemungkinan bertanggung jawab atas serangan itu. Jika dikonfirmasi, hal itu akan menandai serangan kedua Israel dalam waktu kurang dari 24 jam dan yang ketiga pada minggu ini.

Sebelumnya, Rabu (2/9) malam, pertahanan udara Suriah mencegat rudal yang ditembakkan pesawat perang Israel di pangkalan udara T4 di Suriah tengah.

"Pertahanan udara kami mencegat sebagian besar dari mereka," katanya, seraya menambahkan serangan itu hanya menyebabkan kerusakan material.

Pada Senin (31/8), serangan Israel menewaskan satu warga sipil, tiga tentara pemerintah, dan tujuh pejuang asing sekutu.

Serangan pada Senin (31/8) itu menghantam posisi tentara Suriah di selatan Damaskus dan fasilitas yang digunakan oleh paramiliter yang didukung Iran, termasuk pejuang gerakan Hizbullah Libanon, di provinsi selatan Daraa.

Israel telah melakukan ratusan serangan udara dan rudal ke Suriah sejak perang saudara meletus pada 2011. Tel Aviv menargetkan pasukan Iran dan Hizbullah serta pasukan pemerintah.

Namun, militer Israel jarang mengakui serangan individu. Mereka mengonfirmasi pada 3 Agustus bahwa Israel telah menggunakan jet tempur, helikopter serang, dan pesawat lain untuk mencapai sasaran militer di Suriah selatan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT