04 September 2020, 06:30 WIB

Pemerintah Minta Paslon tidak Buat Acara Berkerumun


Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum

PEMERINTAH meminta pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 untuk patuh dengan protokol kesehatan. Kegiatan pengumpulan massa diminta dihilangkan.

"Pasangan calon agar tidak mengajak massa pendukung dalam jumlah besar, tidak menciptakan kerumunan atau arak-arakan massa," kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Kamis (3/9).

Tito meminta seluruh pasangan calon mematuhi aturan berkampanye yang ada dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020. Pilkada tidak boleh menghancurkan penanganan wabah covid-19.

Baca juga: DPR: Jalankan Pendaftaran Pilkada dengan Protokol Kesehatan

"Pilkada ini harus kita jadikan momentum. Momentum emas kita untuk bergerak maksimal menghadapi pandemi, untuk menggerakkan mesin-mesin daerah," ujar Tito.

Tito menyarankan para calon untuk memanfaatkan media virtual untuk berkampanye. Hal itu dinilai lebih minim risiko penularan covid-19 ketimbang tatap muka langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, Pilkada 2020 tetap harus berjalan meski pandemi. Ketaatan akan protokol kesehatan para calon sangat menentukan keberhasilan Pilkada.

"Pilkada sebetulnya bukan bagian yang terpisahkan. Kita jangan sampai berpikir bahwa Pilkada adalah bagian terpisah dari penanganan pandemi covid-19," tutur Tito. (OL-1)

BERITA TERKAIT