04 September 2020, 03:20 WIB

DKI Butuh Tambahan Seribu Nakes


Hilda Julaika | Megapolitan

KEPALA Dinas Kesehatan DKI Widiastuti mengatakan hingga akhir tahun 2020, DKI membutuhkan sekitar 1.000 tenaga kesehatan (nakes) tambahan. Nakes ini akan disebar ke rumah sakit milik pemerintah, rumah sakit vertikal, dan rumah sakit swasta.

Hingga saat ini, sambungnya, sudah terdapat 1.800 tenaga kesehatan yang mendaftar. Terdiri dari tenaga dokter, analis, perawat, dan beberapa bidang lainnya sesuai permintaan rumah sakit.

“Sementara dengan perhitung an sebulan terakhir ini, tenaga kesehatan yang kami butuhkan sekitar 1.000 tambahan yang harus di eksekusi,” ujarnya di Balai Kota DKI, kemarin.

Sekitar 1.800 pendaftar akan mendapat sejumlah seleksi ketat dan bertahap. Termasuk seleksi di tingkat internal. Adapun posisi yang paling banyak dibutuhkan ialah perawat.

“Masih perlu diseleksi berapa yang lolos nantinya. Tentu kalau memenuhi semua datanya akan sangat dinamis. Karena melihat dengan pergerakan pasien covid-19,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dikes DKI Dwi Oktavia mengatakan kapasitas tes PCR di Provinsi DKI Jakarta mengalami peningkatan. Per 2 September, jumlah tes menembus sebanyak 7.270 orang, dari kemampuan sebelumnya di kisaran 4 ribu hingga 5 ribu orang.

Adapun peningkatan kapasitas ini lantaran terdapat 2 laboratorium yang baru melaporkan hasil tes PCR karena juga baru beroperasi dan mendapat izin resmi dari Kemenkes RI. Sehingga, total sebanyak 56 laboratorium telah bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dalam melakukan pemeriksaan tes PCR. (Hld/J-1)

BERITA TERKAIT