04 September 2020, 06:30 WIB

Program Digitalisasi Sekolah Ditingkatkan


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

PROGRAM prioritas digitalisasi sekolah pada 2021 mendapat perhatian besar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,49 triliun.

Program digitalisasi sekolah itu terdiri atas penguatan platform digital sebesar Rp109,85 miliar, konten pembelajaran di program TVRIsebesar Rp131 miliar, bahan belajar dan model media pendidikan digital Rp74,02 miliar, dan untuk penyediaan sarana pendidikan atau peralatan TIK sebesar Rp1,175 triliun.

“Prioritas kedua ialah kemerdekaan untuk mendapatkan akses konten kurikulum yang baik, akses pengajaran, akses kepada data dan juga berbagai bantuan layanan yang diberikan kepada sekolah,” ujar Nadiem dalam rapat kerja anggaran dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, kemarin.

“Kurikulum yang dulunya luring bisa tersedia di daring dan lebih interaktif. Belajar dari rumah di TVRI bukan hanya dilakukan pada saat pandemi saja,” ujar dia.

Terkait dengan alokasi anggar­an yang dikerjasamakan dengan pihak TVRI, Nadiem mengatakan respons masyarakat amat positif menanggapi pembelajaran di TVRI tersebut. Pihaknya akan menjadikan pembelajaran tersebut sebagai tambahan metode pembelajaran yang akan terus ditingkatkan kualitasnya.

“Yang terbesar, penyediaan sarana TIK, yakni penyediaan laptop untuk mengantisipasi asesmen kompetensi tahun depan dan juga memberikan TIK yang layak bagi guru-guru dan siswa.

Nadiem menjelaskan bahwa digitalisasi sekolah itu bertujuan agar memberikan kemerdekaan bagi sekolah dalam mengakses informasi yang sama, menutup kesenjangan yang punya dan tidak punya, dan meningkatkan mutu dan kualitas dengan memberikan akses berkolaborasi.

Dalam rapat kerja tersebut, dijelaskan pagu anggaran Kemendikbud pada 2021 sebesar Rp81,53 triliun. Selain digitalisasi, program prioritas Kemendikbud pada 2021 ialah pembiayaan pendidikan sebesar Rp27,26 triliun, sekolah penggerak dan guru penggerak sebesar Rp2,68 triliun, kurikulum dan asesmen kompetensi minimum Rp1,48 triliun, revitalisasi pendidikan vokasi Rp5,2 triliun, Kampus Merdeka Rp4,42 triliun, dan pemajuan budaya dan bahasa Rp622,6 miliar.

Kemendikbud pada 2021 memperoleh pagu anggaran sebesar Rp81,53 triliun. Angka tersebut bertambah sebesar Rp6,44 triliun dari pagu indikatif Tahun Anggaran (TA) 2021, yakni sebesar Rp75,09 triliun.
 
Kembalikan siswa

Pada kesempatan berbeda, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah dan pihak sekolah yang telah melaksanakan pembelajaran secara tatap muka untuk mengembalikan siswa mereka ke rumah dan melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran tatap muka bagi daerah dengan status zona merah dan oranye sangat mengancam kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Yang bisa jadi penekanan kami, pemda mohon dipastikan betul bahwa pertemuan tatap muka di zona merah dan oranye di sekolah-sekolah mohon kembali belajar dari rumah,” tegas Tito dalam rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah, yang juga dihadiri oleh Mendikbud itu. (DY/H-1)

BERITA TERKAIT