04 September 2020, 05:20 WIB

Importir Jalankan Pembelian Gula Petani


Ant/E-1 | Ekonomi

PARA importir gula menyatakan telah merealisasikan pembelian gula hasil produksi petani lokal dengan harga Rp11.200 per kilogram (kg).

Hal ini merupakan bagian dari komitmen yang diberikan kepada mereka untuk menyerap gula dari petani pada musim giling tebu 2020.

“Untuk grup, kami sudah melakukan pembelian gula petani secara bertahap. Tahap pertama sudah selesai. Jumlahnya bila dengan tahap kedua bisa mencapai 10.100 ton,” kata Indra Suryaningrat dari grup usaha yang membawahi tiga perusahaan, yakni PT Sentra Usahatama Jaya, PT Andalan Furnindo, dan PT Medan Sugar Industry, dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menugasi BUMN dan perusahaan importir gula swasta untuk menyerap gula produksi petani sebagai respons untuk mengatasi anjloknya harga gula di tingkat petani yang tengah memasuki musim giling.

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid menagih janji Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto yang telah menugasi BUMN dan perusahaan importir gula untuk membeli gula petani seharga Rp11.200 per kilogram.

Menurutnya, kesepakatan antara importir gula dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) itu tidak terlalu efektif sehingga komitmen untuk membeli gula di level petani di angka Rp11.200/kg belum seluruhnya tercapai.

Pembelian gula petani juga telah dilakukan importir lainnya, yaitu PT Dharmala Usaha Sukses.
“Kami importir secara bertahap merealisasikan pembelian Rp11.200 per kilogram,” kata Nugroho Adi Saputro dari PT Dharmala.

Meski begitu, pembelian gula petani Rp11.200 per kg terkendala karena saat ini ada gula yang dilelang di pasar dengan harga Rp10.600 per kg oleh BUMN.  

“Kalau kita langsung jual dengan harga saat ini bisa rugi besar,” ujarnya. (Ant/E-1)

BERITA TERKAIT