04 September 2020, 05:10 WIB

Sudah Bekerja Keras Melawan Api


DW/SL/RF/DY/PO/N-2 | Nusantara

PEMBAKARAN untuk tujuan membuka lahan pertanian masih mendominasi kobaran api di Sumatra Selatan. Kemarin, ada 118 titik panas yang tersebar di 13 daerah.

“Di banyak wilayah api sudah bisa dikendalikan dan dipadamkan. Dari udara, kami melihat memang masih ada sisa kebakaran, tapi tidak membahayakan,” kata Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal Agus Suhardi.

Kemarin, dia bersama Kepala BPBD Iriansyah memantau sejumlah lokasi dengan menaiki helikopter. Wilayah yang menjadi fokus ialah Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin.

“Kendala penanganan kejadian kebakaran lahan ialah jarak yang jauh dan sulit dijangkau. Karena itu, kami memaksimalkan upaya water bombing,” tambah Agus.

Iriansyah menambahkan, kebakaran lahan didominasi ulah warga  yang membuka lahan dengan cara membakar. “Kondisi di lapangan, sumber air juga sudah mulai sulit didapat.”

Dalam kondisi saat ini, lanjutnya, tak ada pilihan selain harus terus menggenjot edukasi kepada masyarakat. “Kami akan melakukannya terus-menerus.”

Jambi juga bersiap mengantisipasi datangnya kebakaran lahan. Untuk itu, Dinas Kehutanan menyiapkan dana Rp900 juta untuk pencegahan dan penanganan.

“Kami menyebar satgas ke beberapa kawasan rawan terbakar, terutama hutan di lahan gambut. Upaya ini terbukti mampu mengurangi tingkat kejadian kebakaran sehingga kebakaran kawasan hutan di Jambi relatif kecil,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Bestari.

Di Bangka Belitung, BPBD mendapat bantuan alat pema­dam portabel dari BNPB. “Selama ini, untuk memadamkan kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau kami mengandalkan alat pemadam seadanya. Dengan bantuan BNPB akan mempermudah penanganan­nya,” kata Kepala BPBD Mikron Antariksa.

Dua helikopter patroli dan lima helikopter water bombing juga sudah bekerja di Kali­mantan Selatan. Namun, kerja mereka agak lebih ringan karena kondisi kemarau basah.

“Sebaran titik api tidak terlalu banyak. Hujan masih turun di beberapa daerah,” kata Kepala Seksi Pengendalian BPBD Sahrudin.

Namun, tim tetap bersiap. Bahkan, kemarin, kekuatan tim bertambah dengan kedatangan helikopter water bombing bantuan dari Rusia. “Tujuh helikopter siap bekerja di Kalsel,” tambah Sahrudin.

Titik panas juga merebak di Nusa Tenggara Timur. Setelah Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Tengah, titik yang diduga api kebakaran lahan juga ditemukan di Pulau Timor, Alor, dan Flores. “Titik panas terdapat di Alor Timur, Fatuleu Barat, dan Riung,” terang Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Agus Sudiono Abadi. (DW/SL/RF/DY/PO/N-2)

BERITA TERKAIT