04 September 2020, 05:00 WIB

Tamu Pemerintahan Hidupkan Hotel


PO/BB/LD/RS/N-2 | Nusantara

HOTEL Aston Kupang, Nusa Tenggara Timur, sudah cerah lagi. Lampu-lampu kamar dan sejumlah ruangan telah banyak yang dihidupkan kembali.

“Tamu pemerintahan dan korporasi mulai mengisi kamar dan ruang pertemuan di hotel kami. Karena itu, kami sudah memanggil sekitar 70% dari 118 karyawan yang sempat dirumahkan di awal pandemi,” tutur General Manager Hotel Aston Kupang, Deddy S Thalib, kemarin.

Ia bersyukur karena banyak staf sudah masuk dan bekerja seperti biasa. “Tingkat hunian hotel mulai membaik. Mulai Juli, tingkat hunian mencapai 50%-60%,” tambahnya.

Kepala Dinas Koprasi dan Tenaga Kerja NTT Silvia Pekujawang mengaku belum mendapat laporan terkait pemanggilan kembali karyawan yang sempat dirumahkan. “Itu kesepakatan internal antara perusahaan dan karyawan.”

Dinas Tenaga Kerja Cianjur, Jawa Barat, juga belum mendapat laporan terakit pemanggilan kembali pekerja yang sempat dirumahkan. “Selama pandemi, ada 7.893 pekerja yang dirumahkan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Heri Suparjo.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku telah meminta pihak perusahaan segera memanggil karyawan yang dirumahkan saat kondisi sudah berangsur normal. “Saya saran­kan jangan merekrut pegawai baru. Mereka harus memanggil kembali yang lama.”

Selama pandemi, Pem­kab Cianjur mengalokasikan anggaran Rp2,4 miliar dalam bentuk bantuan sosial tunai kepada 7.893 pekerja yang dirumahkan.

Bupati Banyumas, Jawa Tengah, Achmad Husein juga mengerahkan semua kemampuan pemkab untuk segera memulihkan perekonomian daerah. Setelah APBD, dia juga akan meminjam dana Rp200 miliar dari Kementerian Keuangan.

“Seluruh dana akan difokuskan untuk pemulihan perekonomian daerah. Ada beberapa sektor, di antaranya sektor swasta yang menyerap banyak tenaga kerja, sekaligus bisa meningkatkan pendapatan asli daerah,” tandasnya. (PO/BB/LD/RS/N-2)

BERITA TERKAIT