04 September 2020, 00:27 WIB

Industri Olahraga Potensial Dikembangkan di Indonesia


Akmal Fauzi | Olahraga

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus mendorong pengembangan industri olahraga di tanah air. Salah satu yang disasar adalah menggerakan pemuda dengan keterampilan yang memadai agar bisa bersaing dengan produk luar.

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Faisal Abdullah menuturkan, banyak pemuda yang ingin mendapat hasil yang instant sehingga jarang untuk berkecimpung langsung di industri olahraga yang harus memulai dari nol.

Padahal, peluang bisnis di industri olahraga ini dikatakannya sangat besar, seperti produk olahraga, kepemilikan pusat kebugaran, hingga menjadi event organizer suatu pertandingan. ”Lapangan kerja sangat banyak dan variasi,” kata Faisal dalam webinar dengan tema pengembangan industri olahraga, Kamis (3/9).

Staf Khusus Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mahfudin Nigara mengatakan, produk dari Indonesia sudah banyak menghiasi dunia olahrtaga internasional. Seperti pada Piala Dunia sepak bola pada 1974 dan 1978.

Saat itu, sambungnya, bola yang digunakan buatan Indonesia yang di buat di daerah Sukabumi dan Ciamis. Akan tetapi, dia menyebut kelemahan dari Indonesia belum bisa menjaga kepercayaan.

“Kita lebih suka melakukan pelanggaran dari pada mematuhi aturan. Karena bola yang ada tidak boleh dijiplak, tapi malah dikloning. Akhirnya ditarik dan pada 1982 pembuatan bola berpindah ke Bangladesh," paparnya.

Karena itu, selain membuat produk, hal utama yang harus dijaga adalah kepercayaan. Agar mproduk buatan anak bangsa bisa bertahan dengan waktu yang panjang di pasar international.

Kepala Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP-PON) Kemenpora, Tri Winarno mengatakan, dari webinar ini diharapkan pemuda bisa lebih melek lagi untuk bisa terjun di industri olahraga. Dari level pemula hingga kualitas international. (R-1)

BERITA TERKAIT