04 September 2020, 04:50 WIB

Kawasan Industri Rusak Resapan Air


CS/LD/UL/N-2 | Nusantara

BENCANA hidrologi sering kali terkait dengan daya dukung lingkungan yang buruk. Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sudah membuktikannya.

Hilangnya daerah resapan air di daerah ini akibat pembangunan kawasan industri membuat daya dukung dan tampung sungai terus menurun. Sungai pun meluap saat musim penghujan.

“Dulu, di kawasan yang sekarang dibangun industri, merupakan daerah resapan air. Banyak sungai yang hulunya sudah jadi kawasan industri dan luasnya terus bertambah,” aku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Dedi Ahdiat, kemarin.

Karena itu, pihaknya akan melakukan penghitungan kajian hidrologi di wilayah kawasan industri. Di antaranya di Karawang Jabar Industrial Estate (KJIE) dan Karawang International Industrial City (KIIC) yang tengah melakukan pembangunan.

Untuk kedua kawasan, ia meminta pengembang harus membangun beberapa danau. “Solusi dari meluapnya dua sungai di wilayah itu bukan hanya penurapan. Perbaik­an serapan air adalah solusi ­utama yang harus dibangun oleh kawasan industri,” tegasnya.

Di sisi lain, daya dukung lingkungan yang menurun juga membuat krisis air bersih terus jadi masalah saat musim kemarau datang. Di Purba­lingga, Jawa Tengah, tiga desa sudah dilanda kekeringan.

“Kami sudah mendistribusikan air bersih ke Desa Karanganyar, Kaliori, dan Kedungbenda. Tahun ini, pemkab mengalokasikan pendanaan untuk mengirim 1.255 tangki air bersih ke daerah terdampak kekeringan,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Muhsoni.

Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, lebih beruntung. “Belum ada desa yang mengalami krisis air bersih,” kata Sekretaris BPBD Ayip Sutrisno.

Tahun ini warga diuntungkan karena musim kemarau basah. Hujan masih terjadi di sejumlah wilayah.

“Tapi kami tetap antisipasi adanya krisis air bersih. Tahun lalu, ada 19 desa di 10 kecamatan yang terdampak. Kami fokus ke sana,” lanjut Ayip. (CS/LD/UL/N-2)

BERITA TERKAIT