04 September 2020, 02:35 WIB

Topan Maysak Hantam Korsel 2.000 Orang Dievakuasi


MI | Internasional

OTORITAS Korea Selatan, Kamis (3/9), melaporkan sedikitnya satu orang tewas dan lebih dari 2.000 orang dievakuasi ke tempat penampungan saat topan kuat melanda semenanjung itu.

Topan Maysak dinamai menurut kata Kamboja untuk sejenis pohon menghantam pada Kamis pagi di pantai selatan Busan. Topan itu merobohkan lampu lalu lintas dan pepohonan serta membanjiri jalan.

Seorang wanita meninggal setelah embusan angin kencang menghancurkan jendela apartemennya di Busan, sementara seorang pria berusia 60-an terluka.

Lebih dari 2.000 orang dievakuasi ke tempat penampungan sementara dan sekitar 120.000 rumah dibiarkan tanpa aliran listrik sepanjang malam di seluruh bagian selatan negara itu dan di Pulau Jeju.

Maysak sedang melakukan perjalanan ke sisi timur semenanjung ke Laut Jepang, yang dikenal sebagai Laut Timur di Korea, dengan kecepatan hingga 140 kmh. Maysak diperkirakan akan mendarat lagi sekitar pukul 03.00 GMT di Kimchaek, Provinsi Hamgyong Utara.

“Pengaruh topan di negara kami secara bertahap akan melemah,” kata Badan Meteorologi Korea Selatan dan memperkirakan hujan lebat dan angin kencang di wilayah timur.

Bencana alam cenderung berdampak lebih besar di utara karena infrastrukturnya yang masih kurang dan negara ini rentan terhadap banjir karena banyak gunung dan bukit yang telah lama digunduli. Media pemerintah Pyongyang bersiaga tinggi untuk menyiarkan langsung situasi tersebut.

“Ciri dari topan ini ialah curah hujan yang tinggi,” kata seorang reporter berita untuk televisi Sentral Korea dalam siaran berita pagi, berdiri di jalan yang tergenang air di pelabuhan timur Wonsan. 

“Total curah hujan mulai pukul 21.00 pada 2 September hingga pukul 18.00 pada 3 September ialah 200 mm,” tambahnya.

Maysak ialah topan kedua dalam seminggu yang menghantam semenanjung Korea. Pemimpin Korea Utara Kim Jongun pekan lalu mengunjungi wilayah pertanian yang dilanda Topan Bavi dan menyatakan bantuan kerusakan itu lebih kecil daripada yang diperkirakan. (CNA/Van/I-1)
 

BERITA TERKAIT