03 September 2020, 20:50 WIB

Peluncuran Satelit SATRIA Gunakan Roket Falcon 9 SpaceX


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menuturkan bakal menggandeng perusahaan transportasi luar angkasa Amerika milik Elon Musk, Spacex, dalam peluncuran Satelit Mutifungsi Republik Indonesia (SATRIA).

"Peluncuran akan dilakukan dengan menggunakan roket Falcon 9-5500 yang diproduksi oleh Space-X, perusahaan asal Amerika," kata Johnny dalam Konferensi Pers Penandatanganan Kerja Sama Dimulainya Konstruksi Satelit Multifungsi SATRIA, dari Jakarta, Kamis (3/9).

Peluncuran satelit tersebut direncanakan pada 2023 mendatang. Johnny mengatakan, dalam pekerjaan manufacturing satelit SATRIA dilakukan oleh PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) sebagai bagian dari konsorsium Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dengan perancang dan pabrikan asal Perancis Thales Alenia Space (TAS).

Politikus NasDem itu menyebut TAS merupakan perusahaan pembuat satelit ternama yang ditunjuk oleh SNT sebagai kontraktor pembuat satelit untuk proyek SMF SATRIA.

Johnny juga mengatakan, proyek SATRIA menunjukkan keseriusan pemerintah untuk melakukan percepatan transformasi digital. Menurut Menteri Kominfo momentum itu akan menandai layanan publik yang prima.

“Sebagaimana diamanatkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Momentum ini juga menandai harapan kebangkitan ekonomi digital dan hadirnya layanan publik yang prima bagi seluruh masyarakat,” imbuh Johnny.

Sementara itu, Menko Perekonomian yakni Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah Kominfo terkait Satelit SATRIA yang ditargetkan bisa memberikan akses ke 150 ribu titik untuk wifi gratis di seluruh tanah air.

"Kami turut bangga atas rencana Satelit Multifungsi SATRIA yang menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Kami berharap agar satelit ini bisa sustain dan beroperasi di 2023," pungkas Airlangga. (OL-4)

BERITA TERKAIT