03 September 2020, 20:32 WIB

Proyek SATRIA Targetkan 150 Ribu Titik Wifi Gratis


Insi Nantika Jelita | Humaniora

PEMERINTAH menargetkan ratusan ribu titik terpasang wifi secara gratis dengan adanya Satelit Mutifungsi Republik Indonesia (SATRIA). Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengungkapkan, satelit itu akan terpasang pada 2023 mendatang.

Satelit SATRIA, katanya memiliki High Throughput Satellite (HTS) dengan kapasitas 150 Gbps dan bakal meningkatkan kapasitas jaringan internet jauh lebih besar.

"Proyek ini menghandirkan wifi gratis di 150 ribu titik layanan diberbagai penjuru nusantara," kata Johnny saat Konferensi Pers Penandatanganan Kerja Sama Dimulainya Konstruksi Satelit Multifungsi SATRIA, Jakarta, Kamis (3/9).

Johnny menjelaskan saat ini Indonesia memanfaatkan lima satelit nasional dengan kapasitas sekitar 30 Gbps, dan empat satelit asing yang memiliki kapasitas 20 Gbps. Total kapasitas ada sembilan satelit yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi dengan kapasitas sekitar 50 Gbps.

"Jika diperbandingkan, kapasitas Satria tentu jauh lebih besar, atau sekitar tiga kali lipat dari total kapasitas sembilan satelit yang saat ini dimanfaatkan di Indonesia,” terang Johnny.

Baca juga : Subsidi Kuota bukan Solusi Tepat Kendala PJJ

Nantinya, setiap titik layanan akan tersedia kapasitas sebesar 1 Mbps. Johnny juga menerangkan, 150 ribu titik tersebar diberbagai lokasi, yakni di 93.900 titik sekolah dan pesantren. Lalu 47.900 titik kantor desa, kelurahan dan kantor pemerintahan daerah, 3.700 titik fasilitas kesehatan, dan 4.500 titik layanan publik lainnya.

Proyek satelit SATRIA dikerjakan dalam skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Kementerian Kominfo bertindak selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK).

Johnny mengatakan, dalam pekerjaan manufacturing  satelit SATRIA dilakukan oleh PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) sebagai bagian dari konsorsium Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dengan perancang dan pabrikan asal Perancis Thales Alenia Space (TAS).

Politikus NasDem itu menyebut TAS merupakan perusahaan pembuat satelit ternama yang ditunjuk oleh SNT sebagai kontraktor pembuat satelit untuk proyek SMF SATRIA.

“Capital expenditure untuk space segment proyek ini bernilai sekitar 550 juta dollar.  20% nilai tersebut akan dibiayai dengan equity oleh satellite project sponsor. Sedangkan sisanya didanai melalui sindikasi pembiayaan internasional,” pungkas Johnny. (OL-7)

BERITA TERKAIT