03 September 2020, 18:48 WIB

Mendagri: Pilkada Harus Berdampingan dengan Penanganan Covid-19


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan pasangan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pesta demokrasi yang berlangsung di 270 daerah harus berkaitan erat dengan penanggulangan covid-19. Rinciannya, 9 provinsi 224 kabupaten dan 37 kota.

"Jangan sampai berpikir bahwa pilkada bagian terpisah dari penanganan covid-19. Pilkada harus jadikan momentum untuk bergerak maksimal menghadapi pandemi," ujar Tito dalam rapat koordinasi melalui telekonferensi, Kamis (3/9).

Adapun 270 daerah penyelenggara Pilkada 2020 merupakan separuh dari jumlah daerah di Indonesia, yakni 548 daerah. Jika protokol kesehatan dipatuhi dengan ketat, penanganan covid-19 bisa lebih efektif. Selain itu, roda perekonomian ikut bergerak sebagai dampak pilkada.

Baca juga: Ada 9 Hal Baru dalam Pemungutan Suara Pilkada 2020, Apa Saja?

"Kalau separuh daerah bergerak dalam penanganan pandemi covid-19, otomatis akan bisa menstimulasi 278 daerah yang tidak melaksanakan pilkada,” papar Tito.

Pilkada dikatakannya bisa menjadi momentum penanganan covid-19, jika strategi yang diterapkan tepat. Ketika strategi keliru, maka berpotensi menimbulkan klaster penyebaran covid-19.

“Pasangan calon agar tidak mengajak massa pendukung dalam jumlah yang besar. Tidak menciptakan kerumunan atau arak-arakan massa. Cukup didampingi tim kecil yang menyiapkan dokumen administrasi pendaftaran,” tandasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT