03 September 2020, 17:25 WIB

Ahli Epidemiologi: Regulasi Isolasi Tidak Berpengaruh Signifikan


Atalya Puspa | Humaniora

Ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia Syahrizal Syarif mengungkapkan, wacana pemerintah provinsi DKI Jakarta yang akan mewajibkan masyarakat melakukan isolasi mandiri di balai karantina atau Wisma Atlet tidak akan berpengaruh signifikan terhadap penurunan kasus covid-19.

"Yang harus diingat, kebijakan itu akan kecil sekali kontribusinya terhadap penurunan kasus. Pasti ada dampak tapi kecil sekali. Paling tidak hanya 5%," kata Syahrizal kepada Media Indonesia, Kamis (3/9).

Baca juga: Vaksin Covid-19 Gratis Bagi Peserta PBI BPJS Kesehatan

Pasalnya, lanjut Syarizal, World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa pasien konfirmasi positif tanpa gejala tidak akan menularkan virusnya kepada orang lain.

Syahrizal menilai, Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah daerah lainnya semestinya mengeluarkan kebijakan berbasis pada data dan penelitian yang telah dilakukan, agar langkah yang dilakukan tepat sasaran

"Mana lebih baik? Mana yang lebih efektif? Uang itu dipakai untuk penelusuran kontak, membiayai relawan-relawan untuk mencari menelusuri, mengejar, dan menginvestigasi orang-orang yang kontak dengan kasus konfirmasi, atau membuat balai isolasi," beber Syahrizal.

"Tapi kalau pemerintah DKI punya uang untuk lakukan dua-duanya ya bagus," imbuhnya. 

BERITA TERKAIT