03 September 2020, 16:14 WIB

Wilayah Rawan Karhutla di NTT Meluas


Palce Amalo | Nusantara

WILAYAH rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin meluas. Jika sebelumnya, lokasi titik panas dilaporkan terbanyak di Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Tengah, kini bergeser ke Pulau Timor, Alor dan Flores.

Sesuai laporan BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Kamis (3/9) terdeteksi enam titik hotspot di tiga pulau tersebut. Tiga titik itu terdapat di Alor Timur, Kabupaten Alor, Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang empat titik dan Riung, Kabupaten Ngada satu titik.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Kupang, Agung Sudiono Abadi mengatakan titik panas terdeteksi lewat pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi, NPP dan NOAA20 dan Lapan. "Informasi sebaran titik panas merupakan indikator awal kebakaran lahan serta dapat dimanfaatkan dalam deteksi area terbakar," ujarnya.

Citra satelit tersebut hanya menilai anomali suhu sekitar yang diimpresentasikan sebagai titik panas. Selain itu, menurutnya, titik hotspot tersebut bukan berarti jumlah kebakaran titik api. "Titik panas bukan merupakan titik api," katanya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT