03 September 2020, 15:54 WIB

118 Titik Panas Terpantau di Sumatra Selatan


Dwi Apriani | Nusantara

KEBAKARAN lahan di Sumatra Selatan terus terjadi. Berdasar pantauan satelit Lapan, di Sumsel tercatat ada 118 titik panas pada 3 September 2020. Adapun sebarannya adalah satu titik di Banyuasin, 17 titik di Empat Lawang, 13 titik di Lahat, 2 titik di Lubuklinggau, 1 titik di Muara Enim, 8 titik di Musi Banyuasin, 43 titik di
Musi Tawas, 25 titik di Musi Rawas Utara, 2 titik di Ogan Ilir, 1 titik di OKU, 2 titik di OKI, 4 titik di Pali dan 1 titik di Pagaralam.

Panglima Kodam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi melakukan pemantauan lewat udara dengan menggunakan helikopter bersama Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, Kamis (3/9).
Pemantauan itu dilakukan untuk melihat kondisi lahan yang terbakar sekaligus persiapan penanganan karhutla. Ia mengungkapkan wilayah saat ini lokasi yang memang menjadi fokus, yakni Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin. Untuk penanganan ada sedikit kendala karena jarak yang jauh dan sulit dijangkau.

"Kebakaran lahan di Sumsel, rata-rata didominasi di area yang sulit dijangkau dari darat. Sehingga dalam pemadamannya dimaksimalkan melalui udara dengan water bombing," jelas Agus.

Ia menilai, selama ini kebakaran kerap terjadi di Sumsel berada di wilayah yang sulit dijangkau. Kondisi itu membuat tim yang bertugas memadamkan api sulit mendekati lokasi kebakaran.

"Kendala kita yakni lokasi kebakaran yang jauh sehingga perlu proses dan waktu untuk memadamkannya. Mudah-mudahan dari edukasi ini kebakaran dapat kita cegah," tambah dia.

Dalam pemantauan tersebut, pihaknya mendapati banyak wilayah yang tadinya terbakar kini sudah padam. Tim satgas darat dan udara diturunkan untuk membantu memadamkan api jika terjadi kebakaran.

"Dari pantauan udara masih ada sisa kebakaran tetapi tidak ada yang membahayakan hanya bekas-bekas saja," jelasnya. U

Sementara itu, Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah mengatakan masih ada masyarakat yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi tersebut dapat berdampak buruk
di tengah puncak musim kemarau yang terjadi di periode Agustus-September ini.

"Sumber air sudah mulai sulit didapat. Makanya kita minta masyarakat menjaga agar tidak ada titik api," terangnya.

baca juga: Harimau Sumatra Mati Terjerat Sling di Leher118 Titik Panas Terpantau di Sumsel,

Dari hasil pantauan udara terlihat banyak lahan yang sempat terbakar namun sudah padam. 

"Kita sedang melakukan pendinginan area terbakar saat ini. Tapi kita juga sudah mengoptimalkan upaya pemadaman melalui udara dan darat. Ini sebagai upaya pemerintah bahwa kita sudah siaga terhadap karhutla di Sumsel," kata Iriansyah.

Daerah  rawan karhutla yakni Ogan Ilir, OKI, Banyuasin, Pali, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara. BPBD Sumsel telah menyiagakan 13 armada helikopter dan waterbombing bantuan dari BNPB. Armada ini diperuntukkan untuk waterbombing, patroli dan juga teknik modifikasi cuaca. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT