03 September 2020, 14:21 WIB

Target Vaksinasi Massal Covid-19 Awal 2021


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

AWAL tahun depan ditargetkan vaksinasi massal covid-19 segera dilaksanakan, namun akan diupayakan vaksinasi dilakukan lebih cepat.

 “Hari ini kita konsultasi ingin mendapat masukan dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) untuk imunisasi atau vaksinasi yang akan kita lakukan InsyaAllah di awal tahun depan. Kalau bisa lebih cepat Desember, Alhamdulillah, tapi rencananya awal tahun depan," kata Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick dalam konferensi pers secara daring, Kamis (3/9).

Lebih lanjut Erick menjelaskan, pihaknya akan menggandeng IDI dan PPNI untuk memetakan jumlah dokter dan perawat yang nantinya akan bertugas melakukan vaksinasi. Diperkirakan, ada sekitar 1,5 juta dokter dan perawat, termasuk dari TNI dan Polri yang akan terjun ke lapangan.

“Ini menjadi kekuatan kita untuk melakukan imunisasi atau vaksin massal di awal tahun yang kita usahakan bisa lebih cepat juga,” imbuhnya.

Baca juga : IDI Ajak Masyarakat Berdoa untuk Dokter dan Nakes yang Gugur

Nantinya, pemerintah juga akan menyusun daftar prioritas pihak-pihak mana saja yang akan mendapatkan vaksin terlebih dahulu, termasuk 1,5 juta dokter dan perawat yang akan melakukan vaksinasi bagi masyarakat.

“1,5 juta (dokter dan perawat) ini juga yang harus dipastikan mendapat vaksin duluan, beliau-beliau harus disuntik duluan karena beliau-beliau yang terdepan. Kalau nanti vaksinnya sudah bisa diproduksi, ini yang kita masukkan ke dalam skala prioritas berdasarkan data riill siapa yang bisa dikedepankan untuk divaksin dahulu seperti tadi dokter dan perawat,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengaku akan membantu komite dan satuan tugas penanganan covid-19 agar vaksinasi massal dapat berjalan dengan baik.

“Kami berkoordinasi sampai tingkat kabupaten, bahkan mungkin sampai tingkat kecamatan. Kami akan membantu pemerintah untuk melakukan vaksinasi,” pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT