03 September 2020, 13:54 WIB

Wakapolri Bertitah Pertahankan Kampung Tangguh Semeru


Heri Susetyo | Nusantara

WAKIL Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Gatot Eddy Pramono memberi apresiasi penanganan covid-19 di Jawa Timur melalui program Kampung Tangguh Semeru.

Hal ini disampaikan Wakapolri saat memberi pengarahan soal penanganan covid-19 di Mapolda Jatim, Kamis (3/9). Arahan Wakapolri ini juga diikuti para kapolres di berbagai daerah secara virtual. 

Menurut Wakapolri, Kampung Tangguh Semeru bahkan menjadi role model dan ditiru sejumlah polda lain dengan nama Kampung Sehat, Kampung Tangguh Nusantara dan sebagainya. Selain mampu meminimalisir penyebaran covid-19, Kampung Tangguh Semeru juga bisa berperan sosial membantu warga terdampak covid-19. 

Lewat Kampung Tangguh Semeru ini, kata Gatot, akan bisa diketahui masyarakat mana saja yang perlu mendapatkan bantuan sosial. Bahkan Kampung Tangguh Semeru juga bisa untuk sarana peningkatan kamtibmas di setiap wilayah.

"Kita apresiasi Pak Kapolda, karena Kampung Tangguh Semeru munculnya dari Polda Jawa Timur. Kampung Tangguh ini sangat baik dan sangat positif, selain meminimalisir penyebaran covid-19 juga bisa digunakan juga membantu secara sosial terhadap masyarakat yang terdampak," kata Gatot.

Menurut Wakapolri, program Kampung Tangguh Semeru ini harus dipertahankan dan bahkan diteruskan. Apalagi dalam Kampung Tangguh tidak hanya melibatkan peran polri, melainkan juga TNI, serta elemen masyarakat lain yang turut serta menangani penyebaran covid-19.

Saat kunjungan kerja di Mapolda Jatim ini Wakapolri juga sempat memberangkatkan Satgas Penegakan Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang Pendisiplinan Terhadap Protokol Covid-19. Pada kegiatan tersebut berkumpul berbagai elemen masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan sejumlah komunitas.

Menurut Wakapolri, hal ini menunjukkan ada kesungguhan semua pihak untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Karena yang terpenting dalam kedisiplinan itu bagaimana menimbulkan kesadaran secara kolektif atau bersama. Apabila kesadaran kolektif itu muncul, maka diyakini akan mampu memimalisir memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Gatot mengingatkan, covid-19 bisa menyerang siapa saja, termasuk anggota TNI/ Polri. Siapapun yang dalam kondisi lemah dan tidak menjalankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, tidak cuci tangan dan tidak memakai masker bisa tertular.

Menurut Gatot menggunakan masker adalah cara paling utama yang harus dilakukan. Maka kepedulian menggunakan masker sebagai gaya hidup baru harus terus dikampanyekan. 

"Ingatkan keluarga, teman, rekan kerja, lingkungan terdekat, sehingga pada akhirnya meluas ke seluruh elemen masyarakat sebagai gaya hidup kita bersama di masa pandemi covid-19," kata Wakapolri.

Pada kesempatan itu Wakapolri juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. Selain itu juga membagikan 1,5 juta masker untuk daerah Jatim. (J-1)

BERITA TERKAIT