03 September 2020, 13:36 WIB

Petahana Positif Korona, Pendaftaran Pilkada Lewat Video Call


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

BUPATI Rokan Hilir Suyatno dikabarkan terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR. Kepastian terkait kabar itu juga dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir yang mengkonfirmasi Suyatno, 61, menjadi pasien 2015 yang  menjalani isolasi mandiri lantaran positif covid-19.

Terkait dengan Suyatno, incumbent kader PDIP yang kembali maju menjadi Bupati Rokan Hilir pada Pilkada serentak 2020, Komisioner KPU Riau Nugroho Noto Susanto mengatakan apabila ada bapaslon yang positif covid-19, maka pendaftaran diterima tanpa kehadiran yang bersangkutan.

"Gunakan vicall (video call) untuk memastikan eksistensi calon tersebut," tegas Nugroho yang akrab disapa Nugi di Pekanbaru, Kamis (3/9).

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan bagi bakal calon yang positif covid-19 juga ditunda sampai selesai masa isolasinya. 

"Hingga tes swab kembali dengan hasil negatif," terangnya. 

Nugi menambahkan selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan, dan penelitian dokumen, paling lambat 20 hari sejak pemeriksaan kesehatan.

"Kemungkinan yang terjadi adalah tahapan penetapan paslon yang bersangkutan tanggal 23 September akan terlampaui. Jadi harus buat tahapan baru khusus
untuk peristiwa seperti ini," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan dari update terbaru diketahui pasien 2015 terkonfirmasi Covid-19 di Riau adalah
Tn. S (61) yang merupakan warga Kabupaten Rokan Hilir dan saat ini sudah isolasi mandiri.

Mimi mengungkapkan, hingga update terakhir Rabu (2/9) di Provinsi Riau terdapat penambahan 106 kasus Terkonfirmasi covid-19. Kabar baiknya, terdapat penambahan 10 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Kabar duka, terdapat penambahan 1 pasien yang dinyatakan meninggal dunia karena covid-19.

"Total Terkonfirmasi 2.030 kasus dengan isolasi mandiri 532 orang, rawat di rumah sakit 423 orang, sembuh 1.039 orang dan 36 meninggal dunia," jelasnya.

Ia mengatakan, suspek atau pasien dalam pengawasan (PDP) yang isolasi mandiri berjumlah 6.214 orang, isolasi di rumah sakit berjumlah 68 orang. Kemudian selesai isolasi berjumlah 10.301 orang, meninggal dunia berjumlah 43 orang. Sehingga total Suspek berjumlah 16.626 orang.

"Spesimen diperiksa berjumlah 843 sampel dan jumlah orang diperiksa berjumlah 606 orang. Sampai saat ini, Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad telah memeriksa 51.958 spesimen," jelasnya.

baca juga: Satu Keluarga di Sultra Meninggal akibat Covid-19

Menurut Mimi, meskipun PSBB sudah berakhir dan pemerintah menerapkan new normal atau adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman dengan tujuan mempercepat penanganan covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi, masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Pakai masker bila keluar rumah dan di tempat kerja dan selalu menjaga jarak. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan. Walaupun tidak sakit, belum tentu orang yang kita temui itu negatif covid-19 dan tidak menyebarkan virusnya. Maka pilihan yang terbaik adalah tetap di rumah dan hindari keramaian," pungkasnya.(OL-3)
 

BERITA TERKAIT