03 September 2020, 05:10 WIB

Pandemi Momentum Wujudkan Semangat Bela Negara


Uta/P-1 | Politik dan Hukum

SECARA garis besar masyarakat telah memahami ancaman pandemi covid-19 bukan hanya masalah kesehatan, melainkan juga berdampak langsung pada menurunnya aktivitas perekonomian yang berujung pada ancaman stabilitas nasional. Untuk itu, dibutuhkan sebuah kesadaran bersama untuk membebaskan bangsa dari ancaman jurang resesi ekonomi dampak covid-19.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan setidaknya ada tiga hal penting yang harus dilakukan agar Indonesia bisa menjawab
tantangan pandemi covid-19. Pertama, kerja optimal organ pemerintah.

Kedua, konsolidasi yang baik antara setiap elemen negara dan rakyat. Ketiga, semangat bela negara di setiap insan
bangsa.

“Membangkitkan Pancasila sebagai fondasi dalam membangun solidaritas sosial yang merupakan cerminan nilai-nilai kebangsaan,” ujar Rerie sapaan akrabnya dalam diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk Penguatan Nilai Gotong Royong untuk Antisipasi Resesi di Media Center MPR RI, kemarin.

Rerie mengatakan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan merupakan sari pati nilai-nilai Pancasila yang mendasari gotong royong dalam kehidupan bernegara. Tanpa kesadasaran gotong royong, maka akan berefek pada dampak sosial
kehidupan berbangsa dan bernegara.

Turut hadir secara fisik dalam diskusi tersebut, anggota MPR RI Ace Hasan Syadzily, Staf Ahli Menko UKM Luhur Pradjarto, dan Ketua Nation and Character Building Institute (NCBI) Juliaman Saragih.

Dari segi kerja pemerintah, Staf Ahli Menko UKM Luhur Pradjarto mengemukakan bahwa kementeriannya telah menerima laporan bahwa banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak. Kemenkop dan UKM telah memiliki program penanganan yang diharap bisa menjaga ekonomi rakyat tetap berputar.

“Kita bersinergi tidak hanya dengan 18 kementerian, tapi juga dengan pemerintah daerah,” kata Luhur.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily optimistis bahwa bangsa Indonesia memiliki modal sosial yang besar serta bisa melalui pandemi dan bangkit dari pukulan resesi. Guyub, gotong royong, dan kedermawanan sosial merupakan modal sosial rakyat Indonesia yang harus dijaga. (Uta/P-1)

BERITA TERKAIT